Peta Sebaran Covid-19 di Mandailing Natal, 1 Orang Meninggal

Mohganews|Madina – terkait perkembangan corona virus diseas 19 (Covid 19) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution menjelaskan ada 20 orang yang terpapar virus tersebut.

Hal itu dikatakan Dahlan saat konferensi pers, Senin (07/09/2020) di rumah dinas, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan.

peta perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal

“Perlu kami sampaikan terkait perkembangan Covid-19 di Madina, akhir-akhir ini yaitu 10 orang, sembuh 3 orang, meninggal 1 orang, dalam perawatan dan pemantauan sebanyak 16 orang. Tenaga medis kita yang terpapar ada 10 orang, termasuk diantaranya dokter dan perawat yang saat ini sedang mengikuti perawatan, ada yang secara mandiri dan ada juga yang kita rujuk ke Medan,” ujar Dahlan.

“Yang meninggal ada 1 orang yang bertugas di dinas PU, yang bersangkutan memang sudah berusia lanjut dan mengidap penyakit lain. Namun hal ini tidak boleh dibuat sebagai unsur untuk meremehkan Covid ini, karena Covid ini kan berbeda dengan virus lain, maka apabila kita tidak menjaga maka akan berbahaya bagi diri kita, keluarga kita, dan juga buat orang-orang di lingkungan kita. Maka untuk itu kami meminta kepada seluruh masyarakat agar benar benar menjalankan protokol kesehatan, kita juga sudah banyak membagi masker, namun terkadang tidak dipakai oleh masyarakat,” lanjut Dahlan.

Ketika disinggung terkait kesiapan Pemkab Madina untuk bagian pemakaman masyarakat yang meninggal dunia yang mengidap covid-19, Dahlan mengatakan bahwa hal itu sudah dipersiapkan.

“Sebenarnya sudah kita persiapkan, mungkin hari ini kita siapkan traktor di lokasi,” sahutnya lagi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Syarifuddin Nasution. Menurutnya, hingga saat ini ada 1 orang yang masih dalam tahap perawatan Rumah Sakit di Medan.

“Sampai saat ini ada 20 orang, yang sembuh ada 3 orang, dan mungkin akan ada 6 orang yang akan selsesai masa isolasi. Perkiraan yang tersisa ada sekitar 10 orang. 1 orang yang masih dalam perawatan Rumah Sakit di Medan,” kata dr Syarifuddin.

Untuk 1 orang yang telah meninggal dunia tersebut, kata Kadis Kesehatan, selama ini bekerja di Dinas Pekerjaan Unum (PU) Pemkab Madina dan telah dimakamkan tanpa protokol kesehatan karena yang bersangkutan meninggal sebelum keluarnya hasil swab test yang menunjukkan hasil positif corona.

“Terkait yang meninggal dunia, kebetulan meninggalnya sebelum keluarnya swab test, dua kali dilakukan rapid test di RSU hasilnya non-reaktif. Jadi kalau kita buat pemakaman yang kita persiapkan dengan protokol kesehatan itu kita dapat tuntutan dari masyarakat, seperti kejadian di Sidempuan,” sambung Kepala Dinas

Menurutnya, dengan kondisi demikian Madina sudah termasuk dalam zona merah.

“Kalau untuk zona sebenarnya dengan kondisi ini kita sudah masuk zona merah, tinggal menunggu hasil konfirmasi dari Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara, mereka yang menetapkan status itu,” ungkapnya

Perihal langlah antisipasi, Kepala Dinas menyebut bahwa pihaknya akan melakukan tracking dan penjejakan terkait kontak erat yang dilakukan pengidap Covid-19.

“Untuk langkah antisipasi yang jelas setelah kita dapat hasil swab akan kita tracking semua, pihak-pihak RS kita tracking semua siapa saja yang kontal erat dengan penderita, termasuk juga yang di Dinas PU akan kita traking tanpa terkecuali. Kalau yang OTG, perkiraan ada ratusan orang. Mudah mudahan bisa secepatnya kita ketahui untuk dilakukan penanganan,” harap Kepala Dinas.

Ketika ditanyakan mengenai aktifitas sekolah maupun pembelajaran murid di rumah guru, Bupati Dahlan Hasan Nasution mengatakan bahwa hal itu tidak bisa dilarang secara spontan. Dan lagi harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Khusus mengenai sekolah, sebenarnya kita sudah menyiapkan Perbup, namun balasan surat dari Gubernur belum ada, dan jikapun ada, program program barangkali beberapa orang di rumah guru itu belum resmi. Dan mungkin juga guru mempertimbangkan karena jumlahnya tidak begitu banyak. Untuk itu, kita tidak bisa secara spontan melarang. Tapi kami tetap menghimbau meski itu hanya 5 atau 6 orang agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbau Dahlan.

“Perlu saya sampaikan, bahwa di Madina ini kan tidak semua. Dan hubungan kita dengan masyarakat yang ada di Desa itu tidak sama dengan di Kota, disana tower tidak ada. Oleh karena itu, kami tidak bisa berbuat banyak dan kami menunggu aba-aba dari Gubernur, baru kita laksanakan Perbup terkait sekolah,” jelasnya lagi.

Mengenai aktifitas dan pekerjaan di Dinas PU, Bupati Dahlan mengatakan telah meliburkan serta melarang diadakannya apel gabungan.

“Diliburkan, dan pagi ini pun saya tidak izinkan diadakan apel gabungan untuk memininalisir sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Dan untuk berikutnya melihat perkembangan yang ada,” tutup Dahlan. (MN-09)