Madina| empat orang meninggal dikarenakan menghirup gas beracun yang diduga berasal dari pembukaan sumur baru perusahaan panas bumi PT SMPG di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin siang (25/1/2021)
Sementara 27 orang warga setempat saat ini sedang dirawat di rumah sakit umum Panyabungan dengan gejala sesak napas.
Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan soal penyebab meninggalnya empat orang korban tersebut
“Kita belum bisa pastikan, tapi dugaan sementara karena menghirup gas beracun. Kita masih fokus pada penyelamatan warga, kita tidak ingin korban bertambah. Saat ini yang meninggal 4 orang dan 27 orang sedang dalam perawatan, ada juga 1 orang anggota (Polisi) yang korban mengalami sesak napas. semua korban sudah dirawat,” kata AKBP Horas
Terpisah, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis kepada MohgaNews menyampaikan kejadian ini suatu musibah yang tidak diinginkan semua orang. Dan, perusahaan PT SMGP, kata Erwin Lubis harus bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi itu.
“Pertama yang perlu kami sampaikan bahwa peristiwa ini adalah musibah yang tidak pernah kita inginkan terjadi, dan perusahaan kami minta bertanggung jawab atas apa yang terjadi,
“Kepada semua lapisan masyarakat kami juga mengimbau jangan ada provokasi dan melakukan tindakan anarkis yang pada akhirnya menimbulkan masalah baru,
“Kita harus melihat secara objektif, kami minta semua menahan diri, dan mari kita doakan agar korban tidak bertambah. Permasalahan ini harus kita selesaikan dan sama-sama kita carikan solusi,” kata Erwin Efendi Lubis
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Syarifuddin Nasution menyebut jumlah korban pada peristiwa itu adalah lima orang
“Total korban 5 orang,” katanya
Adapun lima orang yang meninggal dunia yaitu Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Dahni (45), dan Syahrani (15). kelim korban meninggal dunia itu adalah penduduk Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi. (MN-01)












