MADINA – sejumlah pemuda dari Desa Sirambas dan Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dikabarkan bentrok.
Informasi sementara dihimpun Mohganews dari Basuki, warga Sirambas. Dia mengatakan, ada kericuhan antar pemuda diduga gara-gara tidak terima rekannya dipukuli.
“Tadi saya lewat pulang kerja masih ramai di tepi jalan itu, polisi juga banyak berjaga-jaga di sejumlah titik antara Sirambas dan Sabajior,” katanya, Jum’at (16/8/2024) malam.

Basuki mengaku tidak begitu paham apa pemicu sehingga terjadi pengeroyokan terhadap seorang santri yang menaiki mobil angkot.
“Anak-anak sekolah pesantren dari Sirambas dikeroyok orang Sabajior. Sampai sekarang belum ada keputusannya, kepala desa Sabajior juga saya dengar tak mau tanggung jawab,” ucapnya.
Informasi lainnya diperoleh Mohganews dari seorang Anggota Polres Madina, dua pleton dari Polres Madina dibantu personel Polsek Panyabungan sedang berada di lokasi melakukan pengamanan dalam tujuan mediasi antara kedua belah pihak.
“Pak Kabag Ops (Kompol M Rusli) sedang di lokasi memimpin mediasi agar masalah yang ada cepat selesai,” ujarnya.
Plh Kasi Humas Polres Madina Ipda Bagus Seto mengaku hingga malam ini pukul 19.50 Wib, belum ada hasil mediasi antara dua desa tersebut.
“Masih terkendali walau sempat panas. Soal mediasi, belum ada hasilnya,” ungkap Bagus. (FAN)









