MohgaNews|Madina – memasuki ibadah puasa bulan suci Ramadhan 1441 H, tim gabungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan pemantauan harga Sembako di sejumlah swalayan dan pasar yang ada di Panyabungan, Selasa (21/4)
Tim gabungan terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Kepolisian. Tim tersebut melakukan pengecekan produk edar yang dikonsumsi masyarakat di pusat perbelanjaan dan pasar.
Petugas melakukan pemeriksaan barang expired date atau kadaluarsa, pengecekan kemasan, standar barang dan label halal terhadap produk edar yang ada.
Kepala Dinas Perdagangan Mandailing Natal, Jhon Amriadi kepada wartawan, menyampaikan, kegiatan monitoring ini menyikapi undang-undang nomor : 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
“Kita tadi menemukan sejumlah produk barang yang tak layak edar di sejumlah swalayan dan di pasar,” ujarnya.
Adanya temuan terhadap sejumlah produk tidak layak edar tersebut para pemilik swalayan dihimbau agar tidak memajangkannya atau menjajakan lagi di dalam toko.
“Para pedagang juga tadi kita minta agar memisahkan produk yang mengandung kimia dari pajangan makanan, dan barang yang sudah kadaluarsa,” sebutnya.
Sementara untuk harga sejumlah Sembako menjelang bulan Ramadhan ini di pasar baru Panyabungan mengalami kenaikan.
Adapaun harga sembako yang mengalami kenaikan tersebut adalah gula pasir yang semula harganya Rp 13 ribu perkilo naik menjadi Rp 19 ribu perkilo.
Kemudian, bawang merah mengalami kenaikan, semula harganya Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu perkilo.
H. Mahad, salah seorang pedagang menyebutkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan beberapa produk seperti gula, telor, minyak goreng menjelang bulan suci Ramadhan masih dalam kategori normal. Ada sedikit pergeseran penurunan daya beli yang disebabkan pandemi virus Corona. (MN-01)






