Pemerintah dan Ulama Sikapi Tempat Hiburan dan Hotel di Madina

0
449

Panyabungan | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan rapat koordinasi tentang penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2003 tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Perda Nomor 4 tahun 2010 tentang Ketertiban Umum, Rabu (31/3/2021)

Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Daerah, Gozali Pulungan mewakili Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution dan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Madina serta dihadiri tokoh agama dan ulama di Kabupaten Madina

Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap persoalan operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Satpol PP bersama TNI Polri dan berhasil menjaring pasangan bukan suami istri hingga anak di bawah umur ditangkap di tempat hiburan dan hotel serta kafe

Bupati dalam hal ini diwakili oleh Sekda, Gozali Pulungan mengatakan dalam operasi penyakit masyarakat ke depan apabila menemukan pasangan yang bukan suami istri maupun anak di bawah umur perlu dilibatkan ulama untuk memberikan pencerahan segi agama sehingga dapat menyadarkan mereka tidak kembali melakukan perbuatan yang salah itu

“Ke depan ulama dan tokoh adat budaya harus kita libatkan untuk menindaklanjuti hasil operasi penyakit masyarakat. Harapan kita bisa menyadarkan mereka yang terjaring dan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Gozali

Selain itu, Gozali menyebut dalam waktu dekat Pemerintah akan memanggil pengusaha atau pemilik hotel dan tempat hiburan malam maupun kafe untuk memberikan pengarahan terlebih memperjelas hingga memperketat soal perizinannya.

“Kita akan panggil mereka untuk memperketat izinnya,” tambahnya.
.
Dalam rapat ini para ulama meminta adanya rumah singgah bagi yang terjaring razia, ulama bersedia dan siap membantu untuk memberantas penyakit masyarakat.
.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekda, Kepala OPD, perwakilan MUI Mandailing Natal dan para alim ulama. (MN-01/rel)