MADINA, Mohga -157 orang peserta mengikuti ujian tertulis Panitia Pemungutan Suara (PPS) dikecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada hari Senin (9/01/2023) kemarin di gedung SMAN 1 Batahan.
Ujian tertulis yang dimulai sekitar pukul 14:30 Wib itu berjalan dengan aman dan tertib. Namun, ada pemandangan yang tak biasa pada pelaksanaan ujian PPS ini. Sebab dari 157 orang calon PPS itu didominasi pegawai atau tenaga honor daerah. Bila dipersentasekan hampir 60 persen peserta merupakan pegawai honor.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Batahan Imam Yazid kepada mohganews membenarkan banyak peserta ujian PPS yang juga bekerja sebagai tenaga honor. Yazid menyebut semya calon PPS itu sebelumnya sudah melewati tahap seleksi berkas.
“Sepanjang memenuhi persyaratan dan tidak menyalahi PKPU tentu saja kami terima sebagai calon dan berhak ikut tahapan,” katanya, Selas (10/01/2023)
“Karena PPS ini juga sifatnya ad-hock atau sementara, kalau yang bersangkutan mampu membagi waktu kerja antara pegawai honor dan petugas PPS saya kita tidak ada masalah. Dan pertaturan juga tidak ada yang melarang pegawai honor jadi anggota PPS,” jelasnya
Sementara Ketua Panwaslu Kecamatan Batahan Ridho Nasution juga mengucapkan hal yang sama
“Memang agak janggal terlihat kalau para honorer banyak mencalonkan diri sebagai anggota PPS, sedangkan yang tamatan sarjana ataupun SMA sederajat masih banyak yang tidak bekerja. Tapi yang perlu dicatat adalah tidak ada peraturan Bawaslu yang melarang seorang honor mencalon jadi anggota PPS,” ujar Ridho. (MN-14)









