MADINA, Mohga – Pedagang daging sapi dadakan di jalan Protokol Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh sepi pembeli menjelang bulan puasa Ramadan.
Pantauan MohgaNews hingga pukul 11.30 WIB, puluhan pedagang tersebut terlihat lemas karena daging dan tulang sup jualan mereka masih banyak tergantung di lapak jualan yang terbuat dari bambu dan daun kelapa itu.
Ahmad Hasibuan (34) pedagang daging yang mengaku dari Panyabungan mengatakan harga jual daging nomor 1 adalah Rp 170 ribu perkilogram. Ahmad menyebut hewan ternak sapi yang dia potong tadi malam hanya berjumlah 1 ekor.
“Daging sapi yang kita jual masih sangat banyak, lebih dari setengah masih ada ini. Makanya kita potong satu ekor saja, ini yang kita khawatirkan pembeli sepi akibat ekonomi yang semakin terpuruk,” ucapnya, Rabu (22/3/2023).
Ahmad menerangkan, biasanya pukul 12.00 WIB daging sapi jualannya sudah hampir habis apabila dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.
“Yang jualan di sini enggak usah abang tanyak lagi, pasti yang motong sapi keseluruhan rata-rata hanya seekor saja. Enggak berani kita akibat perekonomian turun,” ungkapnya.
Berdasarkan investigasi Mohga News di Pasar Baru bahwa puluhan pedagang daging sapi dadakan dominan mengeluhkan penjualan. Di sisi lain, warga yang berada di pasar itu dilihat tidak terlalu ramai.
Sementara salah seorang pembeli bernama Siti Aminah Nasution mengaku membeli daging sapi seharga Rp 170 ribu perkilogram.
“Ini sebagai syarat saja dan menyenangkan hati anak-anak agar nanti saat makan sahur semangat untuk menunaikan puasa besok,” ucapnya. (MN-08)









