Pedagang Daging Pasar Baru Panyabungan Mengeluh

Panyabungan | memasuki puasa bulan Ramadan pedagang daging sapi maupun kerbau di sejumlah pajak daging di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh. Karena, penjualan daging tahun ini menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya

Hal itu terlihat dari rendahnya daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang kian merosot.

Misalnya Pasar baru Panyabungan, pada Senin sore (12/4/2021) sekitar pukul 17:00 WIB, banyak pedagang daging yang masih berjibaku mengumpulkan pundi pundi rupiah dengan bernaung di lapak seadanya diiringi guyuran hujan.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan daging jauh merosot. Padahal harganya tetap sama dengan tahun lalu, yaitu Rp. 150.000/kilogram,” ujar Baiti (40), salah satu pedagang daging yang berasal dari Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan kepada MohgaNews

“Tahun lalu kami bisa memotong dan menjual 5 ekor kerbau, mulai jualan dari pukul 04:00 pagi sampai pukul 18:00 biasanya sudah habis. Untuk tahun ini kami potong dan jual 3 ekor kerbau, dan sekarang sudah pukul 17:00 baru setengahnya yang laku,” keluhnya lagi.

Hal serupa juga dirasakan Abdullah (42) penjual daging yang membuka lapak seadanya di tengah areal Pasar baru.

Untuk tahun ini Abdullah hanya memotong dan menjual 1 ekor kerbau. Sementara di tahun-tahun sebelumnya selalu menjual minimal 2 ekor kerbau.

“Tahun ini cuma 1 ekor. Itupun belum habis. Kalau sempat jual 2 ekor seperri tahun lalu, rugi besarlah,” tukasnya.

“Kurang tau juga kenapa, karena kalau masalah corona (pandemi covid-19), tahun lalu juga sudah ada, tapi tidak sampai separah ini turunnya penjualan. Padahal saingan (pedagang daging) tidak terlalu banyak di tahun ini ,”

“Inipun (daging yang belum laku terjual-red) belum tahu mau bagaimana, apa mau dinjual murah atau lanjut sampai malam, kita belum tahu,” beber Abdullah.

Tak jauh beda dengan daging, pedagang daging ayam pun turut mengutarakan keluhannya akibat sepinya penjualan di -1 hari H Ramadhan kali ini.

Keluhan itu disampaikan Ito (32), yang telah bertahun-tahun berprofesi sebagai pedagang ayam di Pasar baru.

“Sepi juga pak, biasanya lebih dari 1 ton yang kita jual. Ini disiapkan 1 ton, masih ada yang belum dipotong. Untuk harga Ayam potong naik, kita jual dengan harga Rp. 30-33 ribu/kg. Kalau ayam merah kita jual di angka Rp. 50 ribu/ekor,” tutur Ito (32).

“harapannya semoga kondisi ekonomi cepat stabil dan keadaan semakin membaik, biar para pedagang ini bisa bernafas lega,” pungkasnya. (MN-07)