Target Penyaluran KUR Dinaikkan Jadi Rp 253 Triliun

0
194

Jakarta | Kementerian Koperasi dan UKMĀ (Kemenkop UKM) mengungkapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021 naik menjadi Rp253 triliun. Sebelumnya, target penyaluran KUR tahun ini dipatok sebesar Rp220 triliun.

Informasi itu disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Eddy Satriya, pada acara Sosialisasi Program KUR bagi Usaha Mikro di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, pada Jumat (9/4).

“Dengan potensi besarnya penyaluran KUR ini tentunya akan bermanfaat dan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan seluruh pelaku koperasi dan UMKM di Yogyakarta,” ujar Eddy dalam keterangan resmi dikutip dari CNN Indonesia. Selasa (14/4).

Selain itu, pemerintah juga kembali memberikan stimulus tambahan subsidi bunga KUR pada masa covid-19 sebesar 3 persen sampai dengan 30 Juni 2021.

Ia berharap semua pihak yang terkait dapat berperan aktif dalam program KUR, termasuk Dinas Koperasi dan UKM provinsi, kabupaten/kota. Caranya, dengan mempersiapkan calon debitur potensial untuk mengakses KUR dan mengunggah data calon debitur tersebut ke Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) agar dapat diakses para penyalur KUR.

“Juga melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR maupun pasca menerima KUR,” imbuhnya

Di samping itu, lanjutnya, dinas terkait juga diharapkan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KUR di wilayahnya.

“Penyalur KUR diharapkan dapat berkomitmen untuk mencapai target dalam penyaluran KUR dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat untuk mempercepat penyaluran KUR,” ucapnya.

Sementara pihak penjamin KUR diharapkan dapat membantu UMKM dalam hal keterbatasan agunan yang dimiliki UMKM.

KUR 2020

Dalam kesempatan itu, Eddy mengungkapkan realisasi penyaluran KUR sepanjang 2020 sebesar Rp197,04 triliun kepada 6,11 juta debitur. Itu setara dengan 103,7 persen dari target awal sebesar Rp190 triliun.

Rinciannya, KUR Super Mikro sebesar Rp8,725 triliun kepada 992.845 debitur, KUR mikro sebesar Rp129,743 triliun kepada 4.804.309 debitur, KUR kecil/khusus sebesar Rp58,192 triliun kepada 301.508 debitur, KUR TKI sebesar Rp380,53 miliar kepada 13.396 debitur.

Selain itu, untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah memberikan relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen sampai dengan 31 Desember 2020, sehingga suku bunga menjadi 0 persen.

Pemerintah juga menambahkan skema KUR super mikro yang tidak mensyaratkan agunan tambahan untuk plafon KUR sampai dengan Rp10 juta. Fasilitas itu diprioritaskan bagi pelaku UMKM dari pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dan Ibu Rumah Tangga (IRT). (MN – red/int)