PAI Kemenag Gelar Pengajian Akbar Majelis Taklim Ulupungkut

MADINA – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan pengajian akbar majelis taklim sekecamatan Ulupungkut, Rabu (30/1/2024)

Pengajian akbar sekaligus memperingati isra’ dan mikraj Nabi Muhammad SAW itu berlangsung di aula kantor Kecamatan Ulupungkut. Turut hadir Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ulupungkut, Zulkarnain Parinduri SPdI, Camat Ulupungkut, Mawardi diwakili stafnya, dan Babinkamtibmas Aiptu Yani. Kemudian 10 orang petugas penyuluh agama Islam yang bertugas di Kecamatan Ulupungkut, serta dihadiri ratusan masyarakat anggota majelis taklim dari berbagai desa di Kecamatan Ulupungkut.

Rahmad Hidayat SHI, ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan para anggota majelis taklim yang turut menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan PAI Kemenag Madina yang bertugas di Kecamatan Ulupungkut.

Kepala KUA, Zulkarnain Parinduri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para PAI yang bertugas di Ulupungkut.

“Kegiatan ini terlaksana atas semangat kebersamaan para penyuluh agama Islam yang bertugas di Kecamatan Ulupungkut. Harapan kami kiranya kekompakan ini semakian kuat, dan kami juga berharap kepada semua majelis taklim agar lebih solid dan silaturahmi terjalin kuat sehingga ke depan kita bisa mengadakan berbagai kegiatan keagamaan yang lebih besar lagi di Kecamatan Ulupungkut ini,” kata Zulkarnain.

Ia tidak lupa mengingatkan semua hadirin agar tidak pernah berhenti mengamalkan dan mendalami kajian agama. Juga tidak sungkan berdiskusi dengan para petugas Penyuluh Agama Islam yang ada di wilayah Kecamatan Ulupungkut.

Ustaz Harun Lubis, salah satu penyuluh berperan menyampaikan materi dakwah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW menghadap langsung kepada sang Maha Pencipta melalui peristiwa isra’ mikraj.

Diakhir pemaparannya, ustaz Harun Lubis turut mengajak semua yang hadir agar sama-sama ikut meyukseskan pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif pada tanggal 14 Februari nanti. Ustaz Harun mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh politik uang atau transaksi jual beli suara, karena selain menyalahi peraturan undang-undang, juga termasuk perbuatan dilarang ajaran agama. (FAN)