Pacu Pembangunan Bandara, Bupati Madina Temui Dirjen di Kemenhub RI

0
32
Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI

MohgaNews|Madina – Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution kembali memenuhi undangan dari Kementerian Perhubungan, Kamis (3/10), dalam rangka percepatan pembangunan Bandar udara di Bukit Malintang Kabupaten Madina.

Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Madina Hendra Edisa Putra diterima oleh Dirjen Perhubungan Udara, Polana Banguningsih beserta Direktur Perhubungan Udara Mohamad Pramintohadi Sukarno.

Pertemuan tersebut memusyawarahkan perbaikan tata letak landasan pacu Bandara yang akan dibangun di Madina, guna lebih aman dari segi penerbangan, lebih panjang landasan pacunya dan murah dari segi Biaya serta lebih cepat selesainya.

Menteri Perhubungan melalui Dirjen Polana Banguningsih meminta agar diperbaiki tata letak dan juga minta ditambah tanah untuk Bandara.

Terkait hal itu, Bupati Madina Dahlan Hasan juga sependapat, karena butuh landasan pacu yang cukup, agar pengoperasian Bandara sekian puluh tahun ke depan tidak terkendala. Apalagi menghemat biaya dan memberi kenyamanan dalam penerbangan serta lebih cepat.

Kepala Dinas Perhubungan Hendra Edisa Putra kepada wartawan menyebutkan, Bupati menyampaikan, akan senantiasa bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, mengingat tugas berat ini adalah keperluan seluruh masyarakat baik yang bertempat tinggal di Madina maupun yang berada di perantauan, serta memudahkan pencapaian pembangunan yang dilaksanaka Pemkab Madina, Pemerintah Provinsi Sumut maupun Pemerintah Pusat.

“karena pembangunan Bandara ini akan mempercepat kemajuan daerah,” kata Hendra.

Ia menerangkan, pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI itu memusyawarahkan kemungkinan adanya perubahan arah sekitar 15 derajat, sehingga dengan perubahan arah ini di harapkan pembangunan bandara dapat meminimalisir biaya pembangunan serta dapat memperpanjang landasan run way mencapai 3 Km yang awalnya adalah 2 Km.

“Sehingga diharapkan bisa dilandasi pesawat jenis boeing. Dan, kemungkinan dinas perhubungan akan menambah lahan lagi untuk landasan pacu. Kemungkinan minggu depan tim akan datang survey sekalian expose kepada pemerintah daerah tentang perubahan arah dan perpanjangan runway serta sekaligus membicarakan MoU pembangunan bandara udara tersebut,” ujarnya. (MN-01/rel)