MohgaNewsIMadina – nyawa Roy Saputra Simanungkalit (25) tidak tertolong setelah hanyut di sekitar lokasi tambang emas tanpa izin di sungai Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu (5/9/2020).
Pria yang dikabarkan bekerja sebagai operator ekskavator di lokasi tambang tanpa izin tersebut meninggal ditemukan sudah tak bernyawa karena dibawa arus sungai Batang Natal
Informasi dihimpun, kejadian berawal ketika Roy Saputra bersama rekannya bernama Ruli Chandra tiba di pinggir aliran sungai sekitar pukul 6.15 Wib. Ruli melihat korban yang melepas bungkusan plastik berisi pakaian hendak menyeberang sungai. Lalu, korban terjatuh dan dibawa arus sungai
Mengetahui korban jatuh, Ruli berusaha mengejar tetapi ia tak berhasil, selanjutnya Ruli mencari keberadaan korban namun tak berhasil. Korban ditemukan tak bernyawa setelah pencarian sekitar kurang lebih 2 jam. Jasadnya ditemukan di sungai wilayah Kecamatan Lingga Bayu.
Kapolsek Lingga Bayu AKP Jamal kepada MohgaNews melaui selernya membenarkan kejadian korban hanyut tersebut.
“korban bersama dengan temannya Ruli Chandra baru saja selesai bekerja pagi hari, mereka hendak pulang menuju rumah dengan menyebrang aliran sungai Batang Natal, korban jatuh dan terbawa arus sungai. Kemudian Ruli memberitahu saksi lain terkait kejadian tersebut,”jelas Kapolsek.
Kapolsek menambahkan keluarga korban meminta dibawa langsung kerumah duka dan membuat Surat Pernyataan tidak akan dilakukan otopsi terhadap Korban.
”Untuk pemeriksaan Sementara di Rumah Sakit Dr. Husni Thamrin Natal terhadap korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, diduga penyebab meninggalnya Korban dan akibat hanyut tenggelam. Selanjutnya pihak keluarga korban meminta kepada Babinsa dan Pihak Polsek Linggabayu agar korban dibawa kerumah duka dan pihak keluarga telah membuat Surat Pernyataan bahwa tidak akan dilakukan Autopsi terhadap Korban,” terangnya
Dapat diketahui, sungai Batang Natal di Kabupaten Madina belakangan ini marak tambang emas tidak memiliki izin dan menggunakan alat berat ekskavator. Menurut informasi, ada seratusan alat berat yang beroperasi di aliran sungai Batang Natal. (MN-08)












