MADINA – Operasi Ketupat Toba Polres Mandailing Natal (Madina) berakhir pada Selasa 16 April 2024 pukul 00.00 Wib. Kemudian dilanjutkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama 7 hari mulai tanggal 17 hingga 23 April.
Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK melalui Kasat Lantas AKP Syamsul Arifin Batubara mengatakan, operasi ketupat sukses dilaksanakan dalam pengamanan Idul Fitri.
“Selama kegiatan berlangsung hingga dinyatakan berakhir hari Selasa kemarin, seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berjalan aman dan lancar,” katanya, Rabu (17/4/2024).
AKP Syamsul menjelaskan, kasus laka lantas selama waktu operasi berlangsung, ada 1 Laporan Polisi (LP) yang ditangani dengan korban meninggal dunia.
“1 LP terbit kasus laka lantas di Madina, korban meninggal dunia. Kasus laka lantas lain diselesaikan oleh masing-masing pihak secara perdamaian,” jelas dia.
Di sisi lain, pasca berakhirnya operasi tersebut, Polres Madina melanjutkan kegiatan KRYD. 1 Pos Pengamanan yang berada di Jalan Lintas Umum Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan tetap beroperasi hingga 23 April.
“Pasca operasi ketupat,
Kepolisian Republik Indonesia masih melaksanakan kegiatan, namanya KRYD. Bentuk kegiatan ini sama seperti operasi ketupat, contohnya mengurai kemacetan di tempat rawan macet dan pengamanan objek wisata,” ujarnya.
Kasat Lantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemudik atas kerja sama dalam menciptakan kondusifitas di jalan raya.
“Bagi pemudik yang melewati jalan lintas wilayah Madina kami ucapkan terima kasih. Kami memohon maaf apabila ada pelayanan yang begitu kurang maksimal dirasa oleh pengendara dan masyarakat lainnya,” ucapnya. (FAN)












