Oknum Sipir Rutan Natal Pencekik Anak SD Diperiksa Polisi

MADINA, Mohga- TF, oknum penjaga tahanan di Rutan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terduga pelaku Pencekik anak SD inisial NV secara cepat diperiksa penyidik Unit II Satreskrim Polres Madina, Senin (28/8/2023) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara keluarga dari korban NV yakni ayah dan ibunya juga dimintai keterangan oleh penyidik unit IV Satreskrim Polres Madina

Pantauan Mohganews hingga Pukul 23.36 WIB, pelaku dan pihak korban masih berada di ruang penyidik masing-masing.

Pelaku TF mengenakan pakaian kaos warna abu-abu dan celana panjang hitam. TF dan istrinya berada di ruang yang sama, tapi sang istri yang dikabarkan sedang hamil itu berada di posisi paling belakang.

Menurut informasi yang berkembang di Mapolres Madina, TF dibawa langsung oleh Kepala Rutan Natal. Proses yang cepat dalam penanganan perkara ini dilakukan agar kejadian serupa di Rutan Natal pada beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

Mohganews belum berhasil menggali informasi perkembangan penanganan perkara tersebut. Kedua belah pihak masih menjalani pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, kabar menghebohkan datang dari Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Seorang pegawai rutan berinisial TF dilaporkan ke polisi karena diduga menganiaya seorang anak berinisial NV yang masih kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Natal.

Informasi diperoleh mohganews dari kerabat korban, peristiwa ini terjadi pada Senin (28/8/2023) siang. Ketika itu korban bersama teman-temannya pulang dari sekolah melewati rumah pelaku TF.

“Kejadiannya tadi siang. Korban bersama teman-temannya pulang dari sekolah jalan kaki. Ketika melewati rumah pelaku, ada teman korban yang melempar mengenai rumah pelaku. Posisi korban saat itu di baris belakang, sedangkan temannya yang melempar itu berada di depan, setelah rumah pelaku terkena lemparan teman-temannya itu kabur. Sedangkan si korban tetap berjalan, saat itulah pelaku ke luar dari dalam rumahnya dan langsung menangkap korban lalu mencekiknya,

“Tadi sempat terkencing-kencing, orangtua korban sudah membuat laporan ke polsek, tapi karena tidak ada unit menangani PPA, maka polsek Natal sarankan membuat laporan ke Polres Madina. Malam ini sedang perjalanan menuju ke Panyabungan,” terang Ali, salah satu kerabat korban yang berhasil dihubungi mohganews. (MN-08)