NNB Kotasiantar Dirikan Posko Bantuan Kebakaran Rumah-Madrasah, Mari Berinfak

MADINA – Naposo Nauli Bulung (NNB) Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendirikan posko untuk mengumpulkan bantuan terhadap korban kebakaran rumah, TPA, dan MDA di Lingkungan II, kelurahan tersebut, Kamis (6/11/2025).

Posko tersebut didirikan di Jl. Syekh H. Muhammad Said, Gang Masjid Takwa, Kotasiantar, atau persis di depan grosir sembako milik Sopian.

Kondisi bangunan TPA-MDA milik Sukri Tanjung pasca terbakar di Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan.

Ketua PNNB Kotasiantar Alwi Najamuddin mengatakan bahwa posko tersebut didirikan untuk meringankan beban dari pemilik rumah dan madrasah yang terbakar pada hari ini pukul 11.30 WIB.

Alwi mengajak semua pihak untuk memberikan infak atau sedekah bagi korban kebakaran tersebut.

“Infak atau sedekah untuk membantu mereka yang terkena musibah dapat meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” kata dia.

Bangunan rumah milik Hj. Duroyah atau ibu dari Sukri Tanjung di Kotasiantar pasca insiden kebakaran.

Alwi Najamuddin menjelaskan, NNB Kotasiantar selalu siaga berada di posko. Bagi masyarakat yang ingin berinfak, bisa juga melalui transfer pada Bank yang telah disiapkan oleh pemuda setempat.

Adapun nomor rekening yang disiapkan adalah BPD Sumut dengan nomor 34002040309716
atas nama IRFANSYAH.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Kotasiantar pada, Kamis 6 November 2025, sekira pukul 11.30 WIB.

Dua unit rumah permanen dan bangunan MDA serta TPA ludes terbakar. Dalam kebakaran ini, terkonfirmasi tiga orang pemilik rumah, yakni Hj. Duroyah (74), Sukri Tanjung (53), dan Muhammad Sukron (35).

Sukri dan Sukron diketahui merupakan tokoh agama di Kotasiantar.

Dalam keterangannya, Muhammad Sukron mengaku ketika kebakaran itu, dirinya berada di kebun dan istrinya berada di puskesmas. Sukron mengaku tinggal serumah bersama ibunya Hj. Duroyah. Rumah Duroyah juga berimpitan dengan rumah anaknya, Sukri Tanjung.

“Ketika kebakaran terjadi rumah saya ini dalam keadaan kosong,” kata Sukron.

Sukron menduga asal mula api muncul dari dapur rumah kakak kandungnya Sukri Tanjung. “Istrinya Abang Sukri memang pada saat itu sedang memasak di dapur pakai kompor gas (LPG),” ucapnya.