MohgaNews|Madina – nilai tukar dolar terhadap rupiah terus naik hingga tembus di angka Rp 15 ribu perdollar. Kondisi ini membuat kekhawatiran para pengusaha konveksi sumatera utara khususnya di kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Dampak dari menguatnya nilai tukar dolar tersebut langsung dirasakan oleh sofyan nasution, salah satu pelaku usaha konveksi di panyabungan kabupaten Madina.
Menurutnya, naiknya dolar sejak lebaran kemarin harga bahan baku sudah beberapakali naik.
“Mulai lebaran kemarin, nilai tukar dollar terhadap rupiah terus naik, Kalau kondisinya seperti ini terus, tentunya akan sangat sulit bagi kami memajukan usaha,” keluh Sofyan kepada MohgaNews, Sabtu (6/10/2018) di Panyabungan.
Dia menuturkan, kondisi itu sudah membuatnya resah. Sebab bila harga naik secara terus menerus akan menjadi ancaman bagi mereka pelaku usaha UMKM jenis konveksi,
“Kebiasaan sejak lama, apabila terjadi kenaikan harga bahan, maka akan susah turun kembali itu, walaupun misalnya rupiah menguat terhadap dollar. Ini sudah menjadi hukum dagang yang terjadi secara terus menerus di pasaran.
Sofyan menilai, stabilkan harga mestinya jadi perhatian khusus dari pemerintah saat ini, selaku pengemban amanah rakyat yang bertanggung jawab untuk menstabilisasi harga-harga barang . tentunya yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan rakyat.
“Dan saya yakin jika kondisi ini tak kunjung stabil tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat yang akan frustasi karena usahanya tak jalan dan terancam bangkrut. Akibatnya bisa jadi angka kejahatan akan semakin meningkat, sementara kebutuhan makin tinggi,” ungkapnya. (MN-01)






