Niat Jual Perawan Rp 25 Juta, Gadis Asal Sidimpuan ini Hanya Dapat ‘Receh’

0
2436

Madina | Tragedi memilukan harus dirasakan WS (17), gadis belia asal Kota Padang Sidempuan ditipu dan ‘dikerjai’ oleh rekannya dan pria hidung belang.

Pasalnya, WS yang semula berniat menjual diri dan keperawanannya dengan harga Rp. 25 Juta harus menelan pil pahit setelah uang yang diterimanya tidak sesuai yang diharapkan.

Kejadian bermula pada awal Januari 2021 lalu. Dimana WS menawarkan untuk menjual keperawanannya melalui perantara temannya FJ, wanita asal Kota Padang Sidempuan yang diketahui bekerja di lapo tuak di perbatasan Kecamatan Panyabungan Selatan dengan Kecamatan Batang Natal

Setelah sepakat, keduanya kemudian berencana hendak berangkat ke Pulau Nias untuk menjual keperawanan WS dengan alasan kepada orangtua WS bepergian ke Berastagi.

Namun niat itu harus diurungkan karena orangtua WS melarang.

Setelah itu, FJ memperkenalkan WS kepada pria berinisial COI di Kota Padang sidempuan. Pada perkenalan itu, WS lantas dicekoki minuman keras (miras) dan sabu, lalu kemudian disetubuhi oleh COI di salah satu hotel di Kota Padang Sidempuan.

Hal itu diterangkan Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Horas Tua Silalahi melalui Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas yang dikonfirmasi MohgaNews pada Jum’at malam (3/4/2021).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian pertamanya di Sidempuan. Korban bersama FJ berpamitan pergi ke Berastagi kepada orangtua WS. Namun tak diizinkan. Setelah itu, korban dibawa ke salah satu hotel di Sidempuan dan diperkenalkan dengan COI, lalu korban dikasih miras dan sabu kemudian disetubuhi oleh COI. Korban juga diberikan uang sejumlah Rp. 50 ribu,” ujar Azuar Anas yang dikonfirmasi melalui selulernya.

Setelah kejadian pertama, WS kemudian dibawa ke Madina dan diperkenalkan kepada IH yang merupakan anak dari pemilik lapo tuak/cafe remang-remang di perbatasan Kecamatan Panyabungan Selatan- kecamatan Batang Natal, yaitu sebelum panatapan Sopo tinjak.

“Beberapa saat setelah itu, FJ dan WS berangkat ke Madina. Tepatnya ke lapo tuak milik orangtua IH yang notabenenya tempat FJ bekerja. Korban sempat dua kali dibawa kesitu,” sebut Azuar.

“Pada pertemuan itu korban juga disetubuhi oleh IH. Selain itu, korban juga disetubuhi oleh AL di salah satu hotel di Padang Sidempuan,” bebernya lagi.

Polisi dengan pangkat 3 Strip Emas di pundak itu mengatakan bahwa FJ juga pernah memberikan uang sejumlah Rp. 300 ribu kepada WS.

“Untukmu aja itu simpan,” beber Azuar menirukan ucapan FJ kepada WS.

“Sekarang korban sudah pulang dan bersama orangtuanya, sedangkan FJ dan IH sudah kita tahan. Ancamannya pasal 81, paling lama 15 Tahun penjara,” pungkas Azuar.(MN-07)