Muhammad Ridwan Lubis: Guru Agama di Madina Harus Lebih Sejahtera

MohgaNews|Madina – Calon anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan V (Siabu, Bukit Malintang, Nagajuang, Panyabungan Utara, Hutabargot) Muhammad Ridwan Lubis berjanji, apabila ia terpilih menjadi anggota DPRD Madina periode 2019-2024, maka ia akan memperjuangkan pendidikan keagamaan yang lebih baik dan guru agama makin sejahtera.

Demikian disebutkannya caleg PAN nomor urut 6 itu kepada MohgaNews, Kamis (28/3) di Panyabungan.

Ridwan sapaan akrabnya, menyebut, dari perjalanan kampanye dan sosialisasi hingga hari ini, ia menemukan banyak permasalahan yang dialami masyarakat. Salah satunya adalah kurangnya perhatian pemerintah daerah kepada pendidikan keagamaan.

“Selama ini sudah sering saya sampaikan ke DPRD Madina supaya pendidikan keagamaan diperhatikan, guru-guru agama perlu ditambahi kesejahteraannya. Bisa kita bayangkan, sampai sekarang gaji guru sekolah madrasah (MDA) saja masih Rp 300 ribu perbulan, itu diartikan hanya Rp 10 ribu perhari. Dapat apa mereka dengan gaji segitu? Makan saja sudah pasti tidak cukup,” kata Ridwan.

Ia menjelaskan, gaji Rp 300 ribu itu pun baru ditampung anggarannya dalam APBD Mandailing Natal dalam beberapa tahun belakangan ini, dan sebelumnya guru-guru madrasah hanya mendapat bantuan upah seadanya dari orangtua murid, seperti beras 1 Kg dalam sebulan.

Di sisi lain, Ridwan menyebut, pendidikan madrasah sangat berguna menyelamatkan moral dan akhlak generasi muda. Apalagi, kurikulum pendidikan di sekolah umum sangat sedikit mengenai keagamaan.

“pendidikan madrasah sangat besar manfaatnya untuk menyelamatkan moral dan akhlak anak bangsa. Bagaimana nanti anak-anak kita ke depan bila tidak dibekali dengan pendidikan keagamaan yang cukup. Sementara, kita ketahui kebanyakan masyarakat kita di Madina ekonomi yang masih di bawah rata-rata, tentu saja mengurusi pendidikan anak sudah sangat sedikit waktu orangtua. Disinilah pentingnya pendidikan keagamaan harus diperkuat

“Bila saya nanti terpilih, saya akan perjuangkan hak guru-guru agama agar lebih sejahtera dan seimbang dengan guru-guru honorer di sekolah umum. Jangan lagi kita biarkan ada ketimpangan dan diskriminasi pendidikan keagamaan, kita harus selamatkan generasi muda kita dari keterpurukan moral, kerusakan ahlak, dan kita khawatirkan anak-anak yang mengaku beragama Islam tapi tidak paham syariat agamanya,” jelas Ridwan. (MN-05)