EKONOMI kreatif salah satu sektor industri yang dijalankan dengan kreativitas dan innovasi yang dipadukan dengan local wisdom atau kearifan lokal.
Memadukan local wisdom pada ekonomi kreatif tentu amat penting. Karena menyangkut dengan selera dan pangsa pasar di daerah.
Baru-baru ini mata masyarakat Madina tertuju pada ekonomi kreatif yang sedang dijalankan masyarakat Hutabargot. Ada dua produk yang mereka jalankan. Sepatu kulit dan batik Ecoprint.
Pak Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution sudah mengunjungi rumah produksi sepatu kulit. Lalu dilanjutkan ibu ketua PKK mengunjungi rumah produksi batik Ecoprint. Kunjungan demikian tentunya dapat menambah sprit pelaku usaha tersebut.
Ekonomi kreatif ini punya tantangan besar. Terutama pangsa pasar yang sangat menentukan sustainable (keberlanjutan) usaha mereka. Karena kalau tidak diterima pasar maka dapat dipastikan akan gulung tikar. Semua orang pasti tidak mau terjadi. Solusinya adalah kualitas dan harga harus bisa bersaing, juga marketing (promosion) yang kuat. Dan paling penting lagi sektor permodalan.
Pak bupati kemarin bilang agar kita mencintai produk lokal. Mencintai produk lokal tentu saja dengan memakainya dan mempromosikan ke teman dekat, keluarga, dan teman-teman luar daerah. Promosi bisa secara verbal maupun non verbal, langsung atau tidak langsung.
Promosi verbal atau langsung bisa dengan membentuk tim Sales Promotion yang bergerak ke lapisan masyarakat dengan menenteng contoh produk. Sedangkan promosi non verbal, yaitu menggunakan media massa dan media sosial platform digital.
Promosi tidak terlepas dari strategi komunikasi yang baik, yaitu menyampaikan sesuatu hal dengan penggunaan bahasa yang sederhana tapi mudah dipahami masyarakat sebagai konsumen. Artinya tidak menggunakan bahsa berbelit-belit yang ujungnya konsumen bingung dan tidak tertarik.
Kembali kepada produsen pelaku ekonomi kreatif sepatu kulit dan batik Ecoprint di Kecamatan Hutabargot. Perlu kiranya membentuk tim untuk menjalankan berbagai tugas-tugas dimaksud di atas.
Dan kepada masyarakat 404 desa kelurahan di Kabupaten Madina. Sudah saatnya kita meng-eksplore semua potensi yang ada di desa masing-masing. Pelajari bersama apa produk yang layak untuk dikembangkan dan diterima pasar. Pemerintah desa harus berperan aktif melakukan mapping (pemetaan sumber daya alam). Selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga ke pemerintah kabupaten.
Mari bersama bangkitkan daerah melalui ekonomi kreatif, sebagai impelementasi Madina Bersyukur Madina Berbenah.
(Catatan Redaksi)












