MADINA – 9.919 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima uang transport pada saat pelantikan dan pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek).
Sejumlah Anggota KPPS pun telah beberapa kali menghubungi Mohganews menanyakan terkait hal tersebut. Mereka mengaku tidak diberikan informasi oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) soal uang transport yang resmi harus disalurkan.
Menjawab pertanyaan KPPS, Ketua KPU Madina Muhammad Ikhsan menjelaskan, KPU Madina saat ini belum bisa mencairkan anggaran akibat masih adanya proses administrasi yang harus dilengkapi di KPPN. Administrasi dimaksud diakibatkan pasca pensiunnya sekretaris KPU Madina pada awal januari kemarin.
KPU Madina, kata Ikhsan, sudah mengusulkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui Plt Sekretaris KPU Madina supaya anggaran bisa dicairkan.
“Semua kegiatan di KPU Madina yang membutuhkan anggaran terus berjalan meski belum bisa pencairan anggaran ini akibat proses administrasi yang masih harus kita lengkapi akibat peralihan sekretaris definitif ke Plt sekretaris KPU Madina,” jelasnya.
Ikhsan mengaku, uang transport KPPS tersebut bakal disalurkan oleh KPU Madina ke Rekening operasional PPS dan PPS akan menyalurkannya ke KPPS nanti setelah anggaran di KPU Madina sudah bisa dicairkan.
“Kita masih menunggu proses dari KPPN. Uang transport itu jelas ada dan tertuang di dalam aturan dan kami sejak awal sudah menyampaikan itu ke teman teman PPK maupun sekretariatnya,” ungkap Ikhsan.
“Kami harap KPPS bersabar dulu dan kami himbau kepada PPS agar nantinya menyalurkan sebagai mana mestinya dan akan diupayakan direalisasikan dibulan Januari ini juga,” harapnya. (FAN)






