MADINA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tabuyung yang berada di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini tengah berhasil menurunkan harga beras, minyak goreng dan gula putih.
Melalui distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikerjasamakan dengan Bulog, KDMP Tabuyung berhasil dalam menunjukkan peran strategisnya menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Gerakan Kopdes Tabuyung ini tentunya menjadi praktik baik bagi Kopdes Merah Putih lainnya yang belum melakukan kerjasama dengan Bulog dalam penyaluran beras SPHP.
Ketua KDMP Tabuyung, Sakwan menyampaikan sebelum KDMP Tabuyung mulai menjual beras SPHP, harga beras medium dan premium Rp 485 ribu /sak kemasan 30 kg di wilayah itu.
Namun, setelah gerai KDMP Tabuyung menjual beras harga beras medium dan premium langsung turun menjadi Rp 445 ribu/sak kemasan 30 kg. Total Rp40 ribu terjadi penurunan harga.
Begitu juga dengan komoditas sembako jenis lainnya seperti minyak goreng jenis minyak kita dan gula putih. Komoditas ini juga lebih murah dijual dibanding harga di pasaran.
Harga minyak kita mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 19 ribu/liter menjadi Rp 18 ribu/liter. Gula Putih dari harga Rp 22 ribu kg menjadi Rp 19 ribu/kg.
“Praktik baik ini berdampak pada stabilisasi harga pangan terutama komoditas beras, minyak goreng dan gula putih yang berdampak langsung kepada masyarakat di Desa Tabuyung,” kata Sakwan, Minggu (14/9/2025).
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Madina Muktar Afandi menyebut jika semakin luas jaringan KDMP/KKMP yang beroperasi terutama gerai sembako di wilayah Madina, maka akan semakin efektif intervensi harga pangan dapat dilakukan.
Muktar mengapresiasi kinerja dari KDMP Tabuyung yang telah resmi membuka dan mengoperasikan gerai sembako di wilayah itu.
“Koperasi Merah Putih menjadi ujung tombak distribusi beras SPHP ke masyarakat. Ini bukan hanya soal akses pangan, tapi juga soal menjaga daya beli dan menekan inflasi,” jelas dia.
Muktar Afandi, juga menjabat Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemkab Madina itu berharap hal serupa diduplikasi oleh KDMP/KKDMP yang ada di Kabupaten Madina.
Dia mengatakan, semakin luas jaringan KDMP/KKMP yang beroperasi terutama gerai sembako di wilayah Madina, maka akan semakin efektif intervensi harga pangan dapat dilakukan.
Di sisi lain, kata Muktar Afandi, salah satu manfaat dari penjualan sembako ini melalui gerai Koperasi Merah Putih dapat menjaga Ketersediaan Pasokan dan Keterjangkauan Harga sebagaimana Strategi Pengendalian Inflasi Nasional (4K) yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.
“Dengan harga eceran yang terjangkau dan distribusi yang merata, program ini membantu menstabilkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sektor pangan, yang selama ini menjadi kontributor utama inflasi,” ungkap. (FAN)








