MADINA, Mohga – konflik soal dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang sekarang berganti nama dengan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 347 Desa Kuala Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai ada titik terang.
Dinas Pendidikan Kabupaten Madina melalui Korwil XIV Budi Purmomo SPd mengadakan rapat dengan wali murid juga dewan guru yang berlangsung di gedung sekolah pada Jumat (20/1/2023). Turut hadir Camat Batahan Irsal Pariadi SSTP dan kepala desa Kuala Batahan.
Dalam sambutannya Budi mengatakan batuan BSM yang sekarang sudah berganti nama PIP ini akan diserahkan melalui buku rekening kepada 60 orang tua dari siswa penerima.
“Setelah menerima buku rekening ini bapak dan ibu bisa mengambilnya ke Bank BRI Sinunukan,” ucapnya.
“Mengenai kejadian sebelumnya, hari ini sudah terselesaikan, orang tua murid juga sudah menyepakati untuk tidak mengulangi lagi kejadian kemarin. Ke depannya kita akan sama-sama pantau dan berusaha untuk lebih baik,” katanya kepada wartawan.
Camat Batahan melalui sambutannya menyesalkan kejadian tiga hari yang lalu dan ia juga berharap kejadian itu menjadi sebuah pelajaran.
“Kami selaku pucuk pemerintahan di Kecamatan Batahan merasa malu dengan kejadian itu. Tapi kalau memang itu orang bapak ibu rasa jalan terbaik untuk menyampaikan keluh kesah kepada kami, maka kami juga tidak dapat menyalahkan, harapan saya cukup itu kejadian yang pertama dan terakhir,” harapnya.
Sementara itu orang tua murid berharap kepada pemerintah agar secepatnya mengganti kepala sekolah karena jarang hadir dan kurang perhatian kepada sekolah. Kemduian memperbaiki tatanan dan kelengkapan di SDN 347 sehingga membuat sekolah itu sama dengan sekolah yang lain. (MN-14)






