Panyabungan| usaha yang dirintis Saddam Husein ini perlu ditiru. Pria yang cuma lulusan SMA di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini merintis usaha ternak puyuh petelur. Dan kini ia sudah punya omzet jutaan rupiah tiap harinya.
Saddam Husein, penduduk Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan. Pria berusia 30 tahun itu memulai usaha ternak puyuh petelur dua tahun yang lalu, tepatnya tahun 2018 silam. Usahanya tersebut sudah mulai berkembang pesat, dan hingga sekarang Ahmad Husein baru sendirian yang membuka usaha ternak burung puyuh petelur
“Awalnya cuma coba-coba, beli bibit 200 ekor, dibeli dari Blitar, Jawa Tengah,” ujar Saddam mengawali kisahnya memulai ternak puyuh kepada MohgaNews di tempat penangkaran burung puyuh miliknya, Banjar Borotan Kelurahan Kotasiantar, Selasa (2/2/2021)

Saddam menceritakan pada tahun 2017 yang lalu ia beternak kambing. Hasil dari beternak kambing ia nikmati hanya tahunan. Ia merasa kesulitan untuk biaya kebutuhan sehari-hari
“Saya pernah beternak kambing, tapi hasilnya cuma tahunan, saya rasa kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari, saya sudah berkeluarga. Ketika itu ada teman yang mengajak ikut pelatihan ternak burung puyuh ke Batu Sangkar Sumatera Barat. Sejak itulah saya tertarik karena penghasilannya tiap hari. Dan masyarakat juga perlu telur puyuh lauk sehari-hari dan belum ada ternak puyuh di Panyabungan. Sampai sekarang pun masih saya sendiri,” tuturnya
Sepulang dari pelatihan itu, Saddam Husein langsung melakukan survey pasar. Ia pun menemui pedagang telur puyuh di semua pasar yang ada di sekitar Panyabungan. Alhasil, ia memutuskan kebutuhan telur puyuh sangat besar setiap hari
“Saya temui langsung pedagang di pasar lama maupun pasar baru Panyabungan. Kebutuhan masyarakat di Panyabungan mencapai 30 ribu butir setiap hari. Ini saat yang tepat, begitulah keyakinan saya ketika itu.
“Sekarang telur puyuh di penangkaran ini 8 ribu ekor, produksi telur mencapai 6.500 butir tiap hari, dengan omzet sekitar Rp 1,5 juta perhari. Jumlah produksi tentunya masih jauh kurang dari kebutuhan masyarakat di sini, sisanya terpaksa datang dari luar daerah,” ungkapnya.
Selain menjual telur puyuh, sambung Saddam. Burung puyuh yang sudah berumur hampir dua tahun produksi telurnya tidak bagus lagi. Dan burung puyuh yang mulai berumur itu dijualnya ke rumah makan yang menyediakan daging burung puyuh.
”kita jual Rp 5 ribu per ekornya ke warung makan, karena yang sudah berumur 20 bulan tidak akan bisa produksi telur dengan baik lagi,” tambahnya
Di akhir perbincangan dengan MohgaNews, Saddam Husein memberikan pesan bagi masyarakat terkhusus kalangan pemuda untuk merintis usaha kecil yang menguntungkan. Karena, usaha kecil apabila ditatakelola dengan baik akan bisa jadi usaha dengan penghasilan yang besar
“Sulitnya ekonomi sekarang kita harus melakukan banyak hal yang menguntungkan. Khusus bagi yang mau belajar beternak burung puyuh kami akan siap memberikan bimbingan. Karena kebutuhan masyarakat kita masih banyak dari luar daerah. Saya sebenarnya bisa menangkar ribuan ekor puyuh lagi, hanya saja kemampuan modal saya terbatas. Hasil ternak puyuh telur ini cukup puas dan bisa menghasilkan tiap hari,” tutupnya. (MN-08)






