Kesabaran Warga Kotanopan Habis, Pimpinan DPRD Madina Minta Pelaku PETI Ditindak Tegas

Madina215 Dilihat

MADINA – Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Indah Annisa, SE, MM, merespons tegas insiden pembakaran tiga unit alat berat ekskavator di Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan. Aksi pembakaran oleh massa tersebut dipicu oleh keresahan warga atas aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi terlalu dekat dengan pondasi Masjid Al-Muhtadin dan mengabaikan peringatan masyarakat.

Indah menegaskan, penegakan hukum harus benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat, fasilitas ibadah, lingkungan, serta lahan pertanian yang rusak akibat ulah para mafia tambang liar.

“Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Penegakan hukum harus benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat, rumah ibadah, lingkungan, dan lahan pertanian kita,” ujar Indah di Panyabungan, Selasa (6/10/2026).

Politisi kelahiran Kotanopan ini menjelaskan bahwa kesabaran masyarakat dalam mengingatkan para pelaku PETI sudah habis. Pasalnya, peringatan agar tidak menambang di dekat lokasi masjid terus diabaikan oleh para pengusaha tambang.

“Kita tidak ada kepentingan apa pun dalam persoalan ini. Kita mendesak agar pelaku PETI itu diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam merusak alam Kotanopan. Tambang emas di wilayah Jambur Tarutung sudah keterlaluan karena pelaku berani menggunakan alat berat, bahkan hingga mengancam keberadaan masjid,” tegasnya.

Selain mengancam rumah ibadah, Indah juga menyoroti dampak buruk aktivitas penambangan liar terhadap sektor ketahanan pangan dan lingkungan setempat.

“Aktivitas penambangan di daerah aliran sungai membuat air sungai tidak lagi bisa dimanfaatkan warga. Areal persawahan pun ikut ditambang. Ini sangat mengkhawatirkan bagi ketahanan pangan kita ke depan,” pungkasnya. (FAN)