Pimpinan DPRD Madina Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Siswi SD Tewas Tergantung

Madina, Terbaru121 Dilihat

MADINA – Pimpinan DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Sat Reskrim Polres Madina mengusut tuntas peristiwa tewasnya seorang siswi sekolah dasar (SD) yang ditemukan tergantung di pohon jeruk belakang rumahnya, Kecamatan Bukit Malintang, Madina.

Wakil Ketua DPRD Madina, Indah Annisa, SE, MM, menegaskan akan mengawal proses hukum kasus ini hingga selesai, guna memastikan adanya kejelasan atas dugaan pembunuhan dalam insiden tersebut.

“Saya akan ikut mendorong supaya Polres mengusut kasus ini sampai tuntas, serta agar ada pendampingan untuk keluarga dan teman-teman korban,” ujar Indah, Jumat (2/10/2026).

Indah juga menyoroti kondisi psikologis adik kandung korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Diketahui, anak berusia lima tahun tersebut merupakan orang pertama yang menemukan jasad sang kakak.

“Anak sekecil itu yang menemukan korban, pasti psikologisnya sangat terguncang. Saya minta pendampingan psikologis anak dijalankan semaksimal mungkin,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Ia berharap kepolisian dapat menyingkap penyebab kematian korban secara terang benderang agar memutus kesimpangsiuran informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Ditemukan Masih Seragaman

Sebelumnya, seorang siswi kelas 2 SDN di Kecamatan Bukit Malintang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada Kamis (1/10/2026). Saat ditemukan sang adik, korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan leher terjerat selembar jilbab hijau di pohon jeruk belakang rumah.

Staf Humas Polres Madina, Bripka Roy Manurung, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihak Polsek Siabu telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

“Pastinya kepolisian setempat akan menyelidiki peristiwa di Bukit Malintang. Saat ini Laporan Polisi dari keluarga korban belum kita terima,” kata Roy.

Roy menambahkan, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah korban murni mengakhiri hidupnya sendiri atau merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Saat ini, jenazah korban telah dibawa untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. (FAN)