MADINA – Kerugian material dari berbagai sektor akibat bencana alam di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan tembus Rp 212.732.443.685.00 miliar.
Angka kerugian tersebut dihimpun dalam rapat Evaluasi Penanganan Darurat Bencana di Posko Penanganan Bencana Daerah, Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Selasa (9/12/2025).
Dalam layar Megatron yang ditampilkan, terlihat ada empat sektor terdampak bencana, antara lain: Sektor Infrastruktur, Sektor Ekonomi, Sektor Sosial dan Sektor Perumahan.
Untuk Sektor Infrastruktur terbagi dalam tiga kategori, yaitu jalan, jembatan, dan irigasi. Total penghitungan kerugian saat ini sebesar Rp 90.538.926.400.00 miliar.
Sektor Ekonomi juga terbagi dalam tiga kategori, yakni pertanian, perkebunan dan peternakan. Total Kerugian yang dihitung sebesar Rp 102.130.981.285.00 miliar.
Sektor Sosial terbagi dalam tiga kategori yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Rumah Ibadah. Total kerugian yang ditimbulkan saat ini Rp 16.257.586.000.00 miliar.
Sektor perumahan masuk kategori rumah terdampak bencana, mulai dari kategori rusak berat, rusak sedang dan roboh. Total kerugian yang ditimbulkan saat ini Rp 3.285.000.000.00 miliar.
Sementara untuk kerusakan lain-lain yang dihitung mencapai sebesar Rp 520.000.000.00 juta.
Rapat Evaluasi Penanganan Darurat Bencana di Kabupaten Madina sampai saat ini masih terus berlangsung.
Bupati Madina Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, Kepala BNNK Madina, Ketua Pengadilan Negeri, Dandim 0212/TS diwakili Pabung, perwakilan Kejari, dan BNPB masih berada Posko melakukan zoom meeting bersama BMKG Aek Godang terkait prakiraan cuaca di Madina menurut kajian BMKG. (FAN)








