MADINA, Mohga – menjelang pergantian tahun harga kebutuhan pokok di Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terpantau stabil. Namun sejumlah pedagang menyampaikan keluh kesah mereka
Beberapa pedagang yang ditemui MohgaNews memiliki keluhan yang sama. Mereka mengeluh kondisi pembeli yang semakin hari semakin sepi. Padahal, harga sembako atau bahan pangan pokok terbilang stabil, bahkan ada beberapa jenis sembako yang harganya menurun seperti telur dan cabai merah.
Seperti disebutkan Zul (50). Pedagang sembako grosir dan eceran ini mengatakan kondisi perekonomian masyarakat tahun 2022 ini semakin menurun.
“Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu menjelang tahun baru, bisanya itu ramai pembeli namun tahun ini drastis menurun padahal harga masih terbilang stabil,” keluhnya, Kamis (29/12/2022).
Zul menyebut harga barang dagangannya seperti telur sampai hari ini menurun dari Rp 54 ribu per papan menjadi Rp 52 ribu per papan.
“Beberapa barang jualan kita harganya turun, hanya harga minyak curah sedikit naik dari Rp 14 ribu perkilo menjadi Rp 16 ribu, yang lain masih stabil dan stok aman terkendali,” imbuhnya.
Senada disebutkan Saipul (22), seorang pedagang ayam broiler dan ayam merah di Pasar Baru juga mengeluhkan sepinya pembeli. Meski demikian, langganan mereka tetap aktif belanja setiap harinya.
“Tahun baru kan biasanya di luar pelanggan banyak juga belanja di tempat kita ini, tapi sampai hari ini masih pelanggan yang datang. Kita lihat saja, kan masih dua hari lagi perayaan tahun baru,” ungkapnya sembari menyebut harga ayam broiler naik Rp 3 ribu dan ayam merah Rp 5 ribu perkilogram.
Sementara Ali Umar (22) pedagang pengecer cabai merah mengakui harga cabai merah yang mereka beli dari Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara hari ini sudah rugi. Sebab, modal awal apabila dibandingkan dengan harga penjualan saat ini terbilang rugi.
“Kata ibu cabai dibeli dari Siborong-borong, bang. Harganya seminggu lalu kita jual masih Rp 35 ribu perkilo tapi hari ini harga menurun drastis menjadi 28 bahkan 25 ribu perkilo,” sebutnya.
“Harga sudah turun pembeli pun menurun. Beginilah risiko pedagang sayuran itu, biasanya omset perhari cabai habis 50 kilo, namun saat ini 20 kilo perhari pun susah,” tutupnya.
Pantauan di Pasar Baru Panyabungan, para pedagang masih aktif berjualan di tempat relokasi yang disediakan pemerintah daerah meskipun kondisi pasar semakin becek.
Barang dagangan mereka dilihat masih banyak di atas meja, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. (MN-08)






