Kaum Ibu Desa Batu Mundom Grebek Sarang Narkoba, Pengedar Sebut Kades Dapat Setoran

MADINA – Rombongan kaum ibu di Desa Batu Mundom, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi pondok milik terduga pengedar narkoba, Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedatangan kaum ibu-ibu itu ke pondok dan rumah sejumlah terduga pelaku pengedar narkoba beralasan karena resah akan transaksi narkoba di wilayah itu. Kaum ibu pertama mendatangi sebuah pondok milik Jaim. Jaim disebut salah satu pengedar sabu-sabu di wilayah itu.

Setibanya di pondok itu, kaum ibu mendapat ancaman dari Jaim dan rekan-rekannya. Kaum ibu diancam pakai parang oleh Aspan, rekan Jaim di pondok itu.

Menurut keterangan kaum ibu ke personel Polsek Muara Batang Gadis, Aspan sontak menanyakan kepada ibu-ibu mengapa Kepala Desa Batu Mundom tidak ikut dalam rombongan kaum ibu untuk memberantas narkoba.

“Mana Kepala Desa kalian, kok enggak ikut. Mana lah dia mau ikut, kan, karena dia dapat stabil narkoba dari kami,” kata Aspan kepada emak-emak itu berdasarkan laporan iterima dari Polsek Muara Batang Gadis.

Mendengar perkataan dari Aspan, kaum ibu itu kembali mendatangi rumah kepala desa menanyakan informasi tersebut. Kades tidak terima dan mengajak masyarakat untuk mendatangi rumah Aspan di desa setempat.

Massa ketika di rumah Aspan tidak menemukan barang bukti narkoba. Massa pun beralih mendatangi rumah Gusman dan Lanang, terduga pengedar narkoba rekan satu tim dengan Jaim dan Aspan.

Penggeledahan rumah terduga pengedar narkoba itu berakhir di rumah Jaim. Masyarakat dan personel Polsek Muara Batang Gadis hanya menemukan mancis berbentuk pistol di rumah Jaim.

Kapolsek Muara Batang Gadis Iptu Akmaluddin, SH, MH, mengatakan kaum ibu-ibu Desa Batu Mundom bergerak dalam pemberantasan narkoba terinspirasi dari peristiwa di wilayah Kecamatan Siabu yang baru-baru ini viral terkait tindakan pemberantasan narkoba.

Akmal menyebut, masyarakat di Batu Mundom sudah sangat resah akan peredaran gelap narkoba. Dia menyebut, dalam pemberantasan, petugas juga cukup sulit bergerak karena akses ke wilayah itu hanya satu.

“Setiap kita mau masuk ke dalam, sudah ketahuan kian karena akses ke sana hanya satu dan medannya cukup sulit,” kata dia.

Akmaluddin mengaku, dalam aksi masyarakat itu, dirinya sudah berharap para pengedar narkoba di wilayah itu tertangkap oleh warga dan diproses hukum.

“Sayangnya tidak satupun pengedar narkoba itu ditangkap masyarakat. Mereka sudah melarikan diri ketika personel Polsek datang,” ungkap dia.

“Adapun barang bukti yang diamankan dalam rumah milik Jaim itu, berupa dua buah bola cctv, tiga buah alat hisab sabu, plastik klip sabu-sabu, satu buah kaca pirex, mancis, bungkus pipet dan dua unit hand phone,” sambungnya.

Akmal mengaku situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Batu Mundom pasca aksi itu, sampai dengan saat ini berjalan kondusif. (FAN)