Kapolres Madina Kunjungi Korban Pencabulan: Kasusnya Sedang Diproses

MADINA, Mohga – Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq berkunjung ke kediaman RHL (8), korban pencabulan di Kecamatan Panyabungan, Kamis (31/8/2023).

Kapolres Madina didampingi Kasat Reskrim AKP Pristiyo Triwibowo, Kaurbin Operasi Satuan Reserse Kriminal yang juga menjabat Kasi Humas Ipda Bagus Seto, Kasi Propam dan sejumlah personel.

Kapolres menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan trauma healing bagi RHL. Sebab, RHL korban pencabulan itu merupakan anak di bawah umur yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar.

Trauma healing merupakan proses bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu.

Kapolres turut prihatin apa yang dirasakan oleh keluarga RHL. Di kediaman keluarga korban, Kapolres Madina diterima ibu kandung korban yaitu RK.

“Tujuan kita kemari untuk memberikan rasa nyaman, penyembuhan trauma, gangguan psikologis, juga memberikan kepastian hukum yang sedang berjalan sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga,” kata Reza.

Ia menjelaskan, kepastian proses hukum yang dimaksud diartikan proses penanganan perkara tidak dipetieskan dan saat ini masih berproses.

“Perkara ini tidak diam, kita sedang proses,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, RHL merupakan korban pencabulan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri bernama MLA (13).

Menurut keterangan ibu korban, anaknya dicabuli di rumah pelaku yang berjarak 15 meter dari rumah mereka. MLA mengimingi duit Rp 2 ribu agar datang ke rumah mereka.

Aksi bejat anak di bawah umur itu pun terwujud sampai dua kali di hari yang berbeda.

Diketahuinya RHL telah dicabuli atas laporan kawannya kepada orang tuanya. Berdasarkan hasil visum pada 6 Desember 2022 lalu, RHL telah dicabuli sebanyak dua kali oleh pelaku.

Namun sampai saat ini, kasus tersebut belum juga selesai karena pelaku dan keluarganya melarikan diri dari kampung ke Kota Bogor. (MN-08)