Kapoldasu dan Pangdam Turun Tangan, Pemilik Ladang Ganja Diringkus

MADINA, Mohga – Pengungkapan 150 Hektar ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu 11 November 2023 merupakan pengembangan dari penangkapan tiga orang kurir asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Pengungkapan tersebut dilakukan oleh Polda Sumut dan Kodam 1 Bukit Barisan. Dari sejarah pengungkapan narkoba terbesar oleh Polri baru kali ini terjadi. Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya IE dan Pangam I Bukit Barisan Mayjen Mohammad Hasan.

Ketiga kurir yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Madina yakni FHM (18), FR (23), dan FE (16). Ketiganya ditangkap saat membawa 15 Kg ganja di jalan umum Desa Gunung Baringin, Penyabungan Timur, Kabupaten Madina, Rabu (1/11/2023). Ganja tersebut diletakkan pada bagian belakang mobil merek Sigra yang mereka tumpangi.

Dalam pengembangan ke jaringan di atas kurir, Polda. Sumut memanfaatkan teknologi citra satelit dipadukan dengan verifikasi lapangan menggunakan drone disertai pengerahan personel.

Polda Sumut menemukan 150 Hektare ladang ganja tersebar pada 18 titik di Kabupaten Madina.

“Dari ketiga kurir tersebut terungkap mereka diperintahkan membawa 15 Kg ganja oleh seorang narapidana kasus narkoba yang mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA, Padang, Sumbar. Inilah pengendalinya, berinisial ZR alias Kijok,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Minggu (12/11/2023).

Kapolda juga menyebut, pemilik lahan yang digunakan menanam tanaman narkoba kategori Kelas A berinisial GN, warga Huta Bangun, Madina juga ditangkap.

Agung menceritakan, setelah penangkapan ketiga kurir, Polda Sumut kemudian mengembangkan keberadaan ladang ganja di sekitar Kabupaten Madina. Hasilnya, dari penggunaan citra satelit ditemukan 18 titik ladang ganja yang tersebar pada 150 Hektar.

“Pemburuan ladang ganja oleh Polda Sumut tidak lagi gunakan patroli jalan kaki, melainkan teknologi citra satelit. Kita padukan verifikasinya memakai drone. Hasil dari pembuktian kedua cara tersebut, barulah tim diturunkan mengecek ke lapangan,” jelas Irjen Agung yang mantan Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Diawali membagi dalam tiga Tim Gabungan Polda Sumut guna menyisir dan memusnahkan ganja siap panen dengan ketinggian 30 cm hingga 2 meter. Ladang ganja tersebut tersebar di 10 titik berbeda di Desa Rao-rao, Panyabungan Timur.

Sedangkan tim lainnya bergerak ke Desa Hutatua, Panyabungan Timur menemukan 8 titik ladang ganja yang sudah siap panen.

Ia menjelaskan, hingga Minggu (12/11/2023), sudah dimusnahkan ladang ganja yang tersebar di 9 titik oleh tim yang diturunkan ke perbukitan serta pegunungan di Kabupaten Madina. Masih ada 9 titik lagi harus dimusnahkan di lokasi oleh tim yang sama dari Polda Sumut.

“Pemberantasan ladang ganja di Madina terkendala dengan lokasi yang berada di perbukitan dan pegunungan ber medan. Walau demikian, komitmen kita memberantas Narkoba sebagai musuh bersama,” tutupnya. (MN-08)