MADINA, Mohga- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution SP berburu hama tikus di areal pertanian warga Desa Huraba I dan Huraba II Kecamatan Siabu, Minggu (19/11/2023).
Berburu hama tikus, tupai dan kera di dua desa tersebut dilakukan secara serentak. Warga berkumpul di posko yang didirikan di Saba Padang Nabolak, Huraba I pukul 09.00 WIB.
Ikut serta Camat Siabu Sukur Soripada, Kepala Desa Huraba I Amas Muda, Kepala Desa Huraba II Kasmir Dalimunthe dan ratusan masyarakat mulai dari kaum bapak, ibu dan anak-anak.
Turun ke lahan pertanian warga adalah tindak lanjut janji masyarakat yang diberitakan Mohganews pada Minggu (12/11/2023) pekan lalu saat syukuran bayar Nazar panen raya padi di Masjid Al-Istiqomah Huraba I.
Kadis Pertanian Madina mengatakan, warga berharap Ketua TP-PKK Madina Hj Eli Mahrani Ja’far Sukhairi hadir dalam perburuan hama hari ini. Namun, akibat kesibukan kegiatan lain, Kadis Pertanian mewakili kehadirannya.
“Spanduk selamat datang pun foto Ibu Ketua TP-PKK. Tapi ibu ada agenda lain, kita dari dinas pertanian yang hadiri,” kata Siar.
Siar menjelaskan, berburu hama merupakan sudah tradisi petani Huraba I dan Huraba II. Berburu dilakukan sebelum masa tanam padi.
“Perburuan hama dilakukan rutin pasca panen dan sebelum tanam. Kita berharap dengan gerakan ini dapat meningkatkan kualitas hasil panen petani. Saya bangga warga dua desa ini sangat kompak,” ucapnya. Kadistan menyampaikan titip salam dari Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.
Selain itu, kehadiran Dinas Pertanian Madina, kata dia, juga membawa obat-obatan (Racun) dalam mengatasi hama tikus dan lainnya. Racun tersebut sudah terbukti bisa membasmi hama tikus dilihat dari praktik yang dilakukan Siar Nasution dan petani.
“Kita langsung turun ke sawah. Racun itu kita masukkan ke lobang tikus menggunakan alat yang terbuat dari tabung gas dan blower. Tikus secara langsung keluar dan mati,” jelasnya.
Mewakili Bupati Madina, Siar berharap tradisi perburuan tikus dapat dicontoh oleh petani lain di luar Kecamatan Siabu.
“Ini sebuah adalah langkah positif dalam membasmi hama. Saya harap ini terus dikembangkan dan berlanjut agar hasil panen jauh dari hama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kades Huraba II Kasmir Dalimunthe mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Madina karena telah peduli dalam perbantuan obat-obatan pembasmi hama tikus, tupai dan kera.
“Selain obat-obatan atau racun tikus, kita juga diberikan tambahan 1 unit traktor tangan (Hand Traktor) untuk dua desa tersebut. Bantuan traktor ini merupakan tambahan dari dua traktor tangan pertama yang diserahkan bapak bupati pekan lalu,” imbuhnya.
Kasmir menyebut, para petani yang ikut serta dalam perburuan hama bakal diberi upah dengan nominal yang sudah disepakati.
“Satu ekor tikus dibayar Rp 3 ribu, satu ekor tupai Rp 15 ribu dan satu ekor kera Rp 100 ribu. Dana tersebut diperoleh dari sumbangan para petani pasca panen raya kemarin dan sedikit dari anggaran dana desa,” tuturnya.
Sekadar informasi, luas lahan pertanian warga di Huraba I dan Huraba II Kecamatan Siabu berjumlah 753 Hektare. Menurut data dinas pertanian Madina, Kecamatan Siabu merupakan swasembada beras atau penghasil padi terbesar di Kabupaten Madina. (MN-08)












