Kadin Bantu Percepatan Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Yang Terbakar Tahun Lalu

0
124
pasar baru Panyabungan yang ludes terbakar pada hari raya tahun lalu

MohgaNews|Madina – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ikut membantu percepatan pembangunan dan relokasi pasar baru Panyabungan paska terjadinya kebakaran setahun yang lalu.

Ketua Kadin Kabupaten Madina, Sobir Lubis SH kepada MohgaNews, Rabu (19/6) mengatakan, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution meminta bantuan Kadin dalam rangka percepatan relokasi dan pembangunan pasar baru Panyabungan sebagai pusat perbelanjaan masyarakat di Kabupaten Madina.

“selama ini Pemerintah telah berupaya melakukan penanganan, tetapi hasilnya belum maksimal. Dan, kami diminta pak Bupati untuk membantu mencari solusi penyelesaian, karena memang masih ada beberapa kendala antara pedagang dengan pemerintah dalam hal ini dinas pasar Pemkab Madina, inilah yang akan kita bantu penyelesaiannya,” terang Sobir usai menggelar pertemuan dengan pihak pengelola pasar begitu juga perwakilan pedagang dan asosiasi pedagang pasar pada Selasa (18/6) kemarin.

Anggota DPRD Madina terpilih pada Pemilu 2019 itu menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Madina telah melakukan upaya maksimal mengusulkan dana pembangunan pasar baru Panyabungan ke pemerintah pusat. Dan, dana yang diusulkan mencapai Rp 550 miliar.

“dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Madina sudah berupaya maksimal mengusulkan dana pembangunan pasar baru sebesar Rp 550 miliar. Hanya saja karena masih ada kendala di lapangan termasuk dengan pedagang, inilah yang sedang kami kerjakan mencari penyelesaian.

“Harapan kita, bila tidak ada kendala lagi, supaya relokasi dan pembangunan gedung pasar baru Panyabungan bisa direalisasikan,” tambahnya.

Pasar baru Panyabungan ludes terbakar pada hari raya idul fitri tahun 2018 yang lalu. Sejak kejadian tersebut, pedagang kehilangan lapak jualan, dan masing-masing mencari tempat yang masih di kawasan pasar baru Panyabungan.
Sebagian besar mereka memanfaatkan lahan parkir untuk mendirikan kios, bahkan kios mereka sampai ke bibir jalan protokol yang menyebabkan setiap waktu terjadi kemacetan lalu lintas. (MN-01)