MADINA – ditemukannya warga Huta Padang kecamatan Ulu Pungkut dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (24/4/2024) lalu menyisakan ketakutan kepada warga. Bahkan di sisi lain muncul isu korban meninggal bukan karena diterkam harimau.
Warga saat ini tidak berani berusaha di ladang mereka disebabkan informasi penyebab meninggalnya Arni karena dimangsa harimau. Mereka was-was sewaktu-waktu binatang buas itu muncul di ladang. Tapi yang aneh menurut warga jejak harimau tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat Arni.
“Warga sekarang resah akibat pemberitaan buk Arni meninggal karena dimangsa harimau. Kami takut ke ladang, padahal ekonomi sekarang sedang sulit, apalagi baru selesai lebaran, persediaan kebutuhan warga telah habis,” kata Suardi, warga Ulupungkut kepada Mohanews, Kamis (2/5/2024)
“Kami curiga korban bukan diterkam harimau, tapi ada penyebab lain, kami tidak berani pula bilang korban pembunuhan. Masyarakat pada umumnya berharap informasi yang jelas dari pihak terkait,” pungkasnya.
Desa Desus tentang cerita Harimau Sumatera terus berkembang di wilayah Mandailing Julu dan menjadi cerita yang menakutkan bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pekebun.
Setelah informasi tentang kematian Arni (70) sampai kepada BKSDA Sumut beberapa waktu lalu, tim BKSDA Sumut langsung menuju lokasi ditemukannya jasad Arni (70).
Wartawan Mohganews mencoba mewawancarai salah satu tim BKSDA Sumut lewat sambungan telepon, tentang dugaan kematian Arni yang diterkam HS.
Salah satu tim BKSDA Sumut menerangkan kepada mohganews bahwa tim BKSDA Sumut tidak menemukan jejak HS disekitar ditemukannya jasad Korban,
Hal ini diungkapkan oleh Muslim Surbakti.
“Setelah kami turun ke lapangan, di sekitar penemuan jasad korban, kami tidak menemukan jejak HS,” ujarnya. (SDL)












