MohgaNews|Panyabungan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerahkan sertifikat terakreditasi dengan Nomor: 1757/PP.03.2-Kt/1213/KPU-Kab/X/2020 kepada Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) yang tercatat sebagai salah satu Lembaga Pemantau Pemilihan untuk Koordinator Daerah (Korda) Madina, Selasa (27/10/2020)
Sertifikat diserahkan Ketua KPU Madina, Fadhilah Syarif SH melalui Koordinator Divisi (Kordiv) SDM dan Sosialisasi Muhammad Husein kepada Korda JPPR Madina Syahdenan Harahap melalui wakilnya Aswan Hidayat di Sekretariat KPU Madina di jalan Merdeka nomor 2 Kayu Jati, Panyabungan.

Fungsi dari sertifikat tersebut untuk menjelaskan bahwa JPPR Madina telah dilakukan verifikasi berkas administrasi dan dinyatakan terakreditasi menurut peraturan perundang-undangan sebagai pemantau pemilu 2020.
Dalam penyerahannya, Muhammad Husein berharap agar nantinya JPPR dalam melaksanakan tugasnya dapat mengawal ketat proses berjalannya demokrasi dengan tetap menjaga independesi.
“Kita berharap JPPR Madina dapat berperan aktif dengan tetap menjaga independensi dalam mensukseskan Pemilu yang jujur, aman dan adil agar tercipta Pemilu dan pemimpin yang berkualitas,” harap Husein.
Di tempat terpisah, Syahdenan Harahap kepada Mohganews membenarkan JPPR melalui sertifikat tersebut telah memperoleh legalitas sebagai lembaga pemantau pemilihan dalam tahapan Pilkada 2020 ini.
“Selasa kemarin kita telah menyelasikan tahapan pelengkapan berkas untuk tujuan legalitas, dan kita telah menerima sertifikat tersebut. Untuk itu kita sampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diamanahkan kepada kita,” ujarnya.
Lanjut Syahdenan, JPPR Madina sebagai lembaga pemantau juga harus proaktif dalam mencerdaskan dan memberikan wawasan kepada masyarakat pemilih yang nantinya akan menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Bupati/Wakil Bupati bulan Desember mendatang.
“Selain berperan sebagai lembaga pemantau dalam perhelatan pemilu, JPPR juga berkewajiban dalam mencerdaskan dengan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat,” sebutnya.
Dalam kotestasi yang diikuti 3 Paslon kali ini, Syahdenan berpesan agar masyarakat lebih dewasa dalam menyikapi pilkada dengan tidak mengedepankan asas kepentingan sementara maupun kelompok.
“Pesannya, masyarakat agar lebih dewasa dan visioner. Jangan karena hal hal yang bersifat sementara ini menjadi acuan kita untuk memilih pemimpin. Karena ini menentukan nasib kita 5 tahun kedepan,
“Kita juga berharap agar pilkada kali ini dapat berjalan damai, bersih dan dapat melahirkan pemimpin yang dibutuhkan masyarakat, dan semoga dapat menghindarkan hal hal yang tidak diinginkan dan melanggar aturan seperti Money politik, Black Campaign, isu SARA, dan juga terkait keterlibatan ASN dalam politik praktis,” pungkasnya. (MN-07)












