Jadwal Penerbangan Bandara Madina Dialihkan ke Hari Kamis, Munir Ritonga: Mari Kita Manfaatkan

MEDAN – Bandar udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengumumkan peralihan jadwap penerbangan. Dari sebelumnya setiap sabtu dialihkan ke hari kamis.

Pemberitahuan ini disampaikan Satpel Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, juga disampaikan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi.

“Pengalihan jadwal ini kami yakini akan berdampak baik bagi maskapai dan pengguna transportasi. Berlanjutnya jadwal penerbangan untuk tahun kedua ini membuktikan bahwa bandara yang ada di Madina memiliki potensi. Penerbangan di tengah pekan atau hari kerja juga memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat,” tulis Atika melalui akun media sosialnya, Jumat (30/1/2026)

Atika menyebut tersedianya jadwal penerbangan di tahun 2026 ini membuka ruang bagi Pemkab Madina untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak maskapai dan pemerintah pusat agar ke depan ada penambahan jadwal terbang maupun rute.

“Dengan demikian, nanti lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan keberadaan bandara ini,” tambahnya.

Terpisah, anggota DPRD Sumut Muniruddin Ritonga mengatakan bandara Abdul Haris Nasution adalah buah dari perjuangan para tokoh dan pemimpin terdahulu yang harus disyukuri dan didukung bersama.

“Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution merupakan cita-cita mulia para pemimpin dan tokoh masyarakat Madina, perjuangannya dimulai dari bupati pertama hingga sekarang sudah beroperasi. Tujuannya adalah untuk memudahkan akses transportasi juga menumbuhkan investasi. Artinya ini adalah suatu kemudahan yang diberikan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di daerah,” kata Munir.

Oleh karena itu, politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk memanfaatkan bandara dan menggunakan transportasi udara tersebut.

“Potensi bandara ini sebenarnya cukup besar, tentu harus didukung semua lapisan masyarakat. Kalau permintaannya meningkat, maskapai pasti menghitung untuk menambah jadwal dan rute penerbangan, sehingga harapan kita rute Madina-Jakarta atau sebaliknya tidak lama lagi bisa dibuka,” ungkap Munir.