Jadi Langganan Banjir, Tujuh Desa di Madina Akan Direlokasi ke Tempat Lebih Aman

MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution berencana merelokasi tujuh desa di Madina ke tempat yang lebih aman akibat wilayah tersebut menjadi langganan bencana alam setiap tahunnya.

Ketujuh desa tersebut yakni, Desa Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Hutaimbaru, Ranto Panjang yang berada di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis. Kemudian Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu, Desa Batahan III dan Dusun Koto Puad Desa Batu Sondat di Kecamatan Batahan.

Hal ini disampaikan Bupati Madina ketika melakukan ramah tamah sekaligus peresmian jalan baru dengan masyarakat Desa Banjar Malayu, Kecamatan Batang Natal, Kamis (22/1/2026).

Bupati Saipullah Nasution mengatakan, rencana merelokasi tujuh desa di Madina kini tengah berproses. Ia menyebut pemerintah pusat membuka peluang untuk relokasi wilayah yang rawan atau menjadi langganan bencana setelah insiden banjir melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

“Pemkab Madina sudah melakukan identifikasi. Memang ada tujuh desa yang harus kita lakukan relokasi. Lahan lahan yang dibuat nanti, ada yang dihibahkan oleh kepala desa, ada juga yang harus kita beli,” katanya.

Bupati menerangkan, dalam rencana relokasi tersebut, Pemda Madina sudah membuat surat usulan ke Kementerian Dalam Negeri maupun ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Di dalam forum bersama bapak Mendagri menyampaikan untuk relokasi menjadi tanggung jawab dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kementerian PKP),” jelasnya.

Dapat diketahui, tujuh desa di Madina yang direncanakan untuk direlokasi memang menjadi langganan bencana alam banjir. Pada November 2025 lalu, wilayah ini terjadi banjir yang cukup parah.

Misalnya di wilayah Sulangaling, empat desa tersebut terisolasi selama sepekan akibat banjir melanda pemukiman warga sepanjang 4 meter. (FAN)