MADINA, Mohga – Irigasi di sepanjang Jalan Lintas Barat Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kering dan dipenuhi sampah. Kondisi sudah berlangsung selama kurang lebih setahun belakangan
Akibatnya, ribuan petani terancam tidak bisa bercocok tanam. Warga setempat pun meminta Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution secepatnya mendorong Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II turun ke lokasi untuk memperbaiki permasalahan yang menyangkut irigasi itu.
Pantauan MohgaNews, sepanjang irigasi di Jalan Lintas Barat sudah kering dan dipenuhi tumpukan sampah. Bahkan, aroma bau busuk mengganggu pengguna jalan dan warga yang tinggal di pinggiran jalur irigasi.
Berdasarkan laporan masyarakat kepada media ini, lebih kurang setahun irigasi itu kering. Rumput liar pun tumbuh di tengah-tengah irigasi hingga rumput sudah datar dengan jalan umum.
“Di sini mata pencarian masyarakat dominan bertani padi, akibat kondisi irigasi yang kering itu petani sudah dua periode gak bisa bercocok tanam. Sudah banyak petani yang nganggur, kami harap pemerintah daerah dalam hal ini Pak Bupati mendorong BWS turun agar masyarakat bisa kembali aktif bertani,” kata Ikmal, warga setempat kepada mohganews, Sabtu (11/2/2023).
Ia mengungkapkan sampah yang ada di dalam irigasi tersebut akibat irigasi yang tidak terairi. Jika irigasi tersebut aktif seperti tahun-tahun yang lalu, menurutnya sampah tak pernah ditemui tercecer.
“Fokus utama adalah irigasi ini dimasuki air. Saya yakin warga tak akan buang sampah lagi. Kasihan petani tak bisa memanfaatkan lahan pertanian akibat terkendala di air,” ungkapnya.
Sedangkan salah seorang petani bernama Hamonangan mengaku sudah tidak bisa bercocok tanam akibat air yang tak ada masuk ke areal pertanian. Pria berumur 50 tahun ini meminta pemerintah sigap atas nasib yang dialami warganya.
“Dikeruk dan dimasukkan air, itu saja permintaan kami. Kalau lama-lama dibiarkan, nanti warga bisa terancam dalam hal mencari kebutuhan hidup. Kita lihat saja, warga di sini kebanyakan mencari nafkah dari hasil pertanian,” imbuhnya.
Dapat diketahui, media ini mengetahui beberapa persoalan di sepanjang irigasi karena kunjungan Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Madina Jhon Amriadi.
Awalnya, Jhon turun ke lokasi atas laporan beberapa masyarakat bahwa air tidak masuk karena tumpukan sampah. Ternyata, setelah di cek dalam beberapa titik dan menemui beberapa penduduk asli sepanjang irigasi ternyata irigasi sudah berlangsung selama setahun tak berair.
“Ini menjadi tugas bersama, kalau dari Dinas Lingkungan Hidup akan segera membersihkan beberapa tumpukan sampah itu. Tapi kami harap warga juga harus sadar untuk tidak membuang sampah ke irigasi, buat saja di pinggir jalan, nanti petugas kita akan angkut,” terangnya.
Media ini sudah beberapa kali menghubungi pihak BWS Sumatera II melalui sambungan telepon yang tersedia di Google. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan. (MN-08)






