IPK Ngaku Anggotanya Dipukul Security PTPN IV, Begini Penjelasan Perusahaan

BATAHAN, – DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyatakan bahwa salah satu anggota mereka mengalami pemukulan sewaktu melakukan pematokan lahan usaha II masyarakat Desa Kampung Kapas I Kecamatan Batahan Kabupaten Madina pada 15 Maret pekan lalu.

Yang mana menurut keterangan yang diperoleh wartawan dari IPK Madina, mereka menerima kuasa dari masyarakat untuk memperjuangkan kembali hak-hak warga atas tanah yang bersertifikat.

“Di situ kami dilarang dan dicegat oleh perwakilan perusahaan ketika kami kami bersama masyarakat melakukan pematokan,” Ketua PAC IPK Sinunukan, Hairul

Hairul menerangkan, perwakilan perusahaan beralasan mereka memiliki izin prinsip, dan mengaku itu adalah kebun dari PTPN IV dan masayarakat mengatakan bahwa tanah itu tanah masyarakat.

“terjadi saling klaim, Pihak perusahan PTPN IV ngotot melarang pematokan batas-batas lahan masyarakat yang sesuai dengan sertipikat, sehingga terjadilah pemukulan yang dilakukan Security kepada salah satu anggota,” terangnya.

PTPN IV Bantah Terjadi Pemukulan

Asisten SDM PTPN IV Kebun Timur Abdul Halim Siregar membantah terjadinya pemukulan oleh security perusahaan kepada anggota IPK seperti yang dikabarkan itu.

“Ini masalah yang dibesar-besarkan,” katanya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers.

Ditambahkan Aflan Qadapi yang saat itu mendampingi manajemen PTPN IV. Aflan menyebut tidak benar terjadi pemukulan.

“Tidak ada pemukulan, yang terjadi saat itu hanyalah berupa tindakan pengamanan yang dilakukan security dan warga yang berada di lokasi. Soal ada yang mengalami luka di tangan, itu disebabkan terjadi tarik menarik kedua belah pihak,

“Kami berharap berhentilah membesar-besarkan masalah ini, apalagi sampai mengancam, ini tidak boleh terjadi. Banyak masyarakat kita yang menggantungkan hidup di perusahaan ini, termasuk warga Kecamatan Batahan.

“Soal kepemilikan lahan, saya tidak tertarik membahas lahan siapa yang berhak, tapi keterlibatan saya hanya ingin menyelesaikan kegelisahan masarakat kita yang bekerja di sini,” kata Aflan.

Ketua DPRD Madina Beri Komentar

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis mengaku sudah mengetahui kejadian yang terjadi di wilayah PTPN IV dengan masyarakat setempat

“Ini harus kita perjelas semua, dan saya sudah meminta dalam waktu dekat memanggil pimipinan PTPN IV soal lahan tersebut. Karena kita khawatir apabila ini tidak diselesaikan maka konflik bisa meluas. Mohon kesebarannya, dalam waktu dekat ini kami memanggil perusahaan, dan kita adakan rapat terbuka biar masyarakat tahu apa persoalannya,” kata Erwin. (MN-14)