PANYABUNGAN,- tenaga kesehatan di Instalasi pelayanan labolatorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi mogok kerja, Senin (13/12/2021)
Aksi mogok kerja ini berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 14.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib. Informasi dihimpun dari salah satu pegawai labolatorium,mogok kerja itu adalah akibat dana insentif covid-19 yang merupakan hak mereka dipotong secara tidak wajar.
“Biasanya kami menerima dana insentif sebesar Rp 2 juta per bulan. Kali ini kami merasa tidak wajar, insentif dana yang cair itu 6 bulan, yang kami terima hanya Rp 10 juta dibagi 10 orang di transfer melalui 3 rekening,” katanya.
Ia menerangkan bahwa mereka sudah mencari alasan kenapa jumlah dana insentif tersebut tidak sesuai kepada KTU rumah sakit, pihak tata usaha menjawab kategori kesehatan lainnya yang mengelola pihak Inspektorat.
“Setelah ke KTU, kami jumpai direktur rumah sakit umum, namun responnya cuek seolah-olah ada urusan sehingga tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Donna saat dihubungi MohgaNews lewat selulernya membenarkan mogok kerja di labolatorium tersebut.
Donna mengaku, belum mengetahui apa persoalan sehingga terjadi mogok kerja. Tetapi, ia memastikan saat ini pelayanan di rumah sakit umum, baik di IGD dan labolatorium sudah kembali normal.
“tadi sempat terkendala mulai pukul 14.00 Wib sampai 17.00 Wib. Permasalahan ini kurang saya kuasai, besok informasinya ada rapat kami di rumah sakit terkait ini,” imbuhnya.
Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan yang dihubungi MohgaNews belum memberi keterangan, dan telepon selulernya tak kunjung diangkat
Bupati Madina, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution saat dihubungi lewat layanan whatsapp mengaku persoalan itu sudah aman.
“Alhamdulillah sudah kembali normal. Besok saya beri informasi lengkapnya,” ucap Sukhairi. (MN-08)






