NATAL – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini kian viral membahas seputar pertambangan emas tanpa izin di bantaran sungai yang berada di Kecamatan Kotanopan melalui berbagai media massa.
Sampai pemerintah daerah dan forkompinda membuka forum rapat yang dilakukan di aula Setdakab membahas tentang tambang tersebut. Hasilnya, tambang yang berada di bantaran sungai Kotanopan bakal ditutup pertengahan Desember 2023.
Mendengar informasi itu, tokoh masyarakat Pantai Barat, Husni Iskandar Dinata angkat bicara soal kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan forkompinda.
Husni mengatakan, Pemda Madina jangan pilih kasih apabila mau menertibkan. Dia menyebut, tambang yang berada di Batang Natal dan sekitarnya juga harus segera ditutup.
“Jangan yang di Kotanopan saja, Batang Natal juga masih beroperasi dibuktikan dengan air sungai yang semakin keruh setiap harinya. Tutup semuanya, jangan tebang pilih” tegasnya, Selasa (5/12/2023).
Husni juga menjelaskan, apabila pemerintah tebang pilih dalam melakukan penertiban maka hal-hal yang tidak baik antara sesama masyarakat bakal muncul dikemudian hari.
“Jangan karena kampung wakil bupati mau main tutup saja. Batang Natal itu juga harus diperhatikan. Kalau mau lanjut, ya bagus, bisa juga nambah PAD bagi daerah ini,” ucapnya.
Disisi lain, Husni juga merasa heran mendengar tambang di Kotanopan mendapat perhatian khusus hingga dibahas forkopimcam setempat. Sementara di Batang Natal dibiarkan begitu saja.
“Diharapkan pemkab bergentilah menerapkan standar ganda seolah-olah masyarakat Pantai Barat bukan bagian dari Kabupaten Madina,” ungkapnya. (FAN)









