MEDAN, Mohga – Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyerukan perlawanan pergerakan aktivitas kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di dunia pendidikan sampai perguruan tinggi di Indonesia.
Pasalnya, navigasi kebijakan politik luar negeri dalam menyangkal maraknya LGBT mulai menjalarnya aktivitas kaum LGBT di dunia pendidikan tinggi Indonesia belakangan ini patut menjadi perhatian publik, khususnya mahasiswa. Apalagi, gerakan pendukung LGBT di lingkungan di kampus-kampus kini disinyalir kian terstruktur.
Ketua PB HMI Mulyadi P Tamsir menyebut organisasinya akan melawan segala bentuk gerakan dan kampanye LGBT yang mencoba merasuki lembaga perguruan tinggi di tanah air.
“Kita akan melawannya dengan cara melakukan sosialisasi tentang bahaya LGBT di kampus-kampus,” kata Mulyadi, Kamis (12/10/2023).
Dia menegaskan, HMI bakal mengerahkan seluruh jaringannya di Indonesia untuk mencegah tumbuhnya perilaku LGBT di kalangan mahasiswa.
“Semakin masif gerakan yang ditunjukkan para pendukung LGBT, maka akan semakin masif pula perlawanan kami,” tegas dia.
Mulyadi menilai, fenomena LGBT kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan aktivitas sekelompok mahasiswa dan alumni UI yang menamakan diri Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC-UI).
“Mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut mengklaim diri sebagai kelompok kajian berbagai masalah seksual, gender, termasuk LGBT. Mereka menawarkan jasa konseling untuk mahasiswa yang punya masalah LGBT,” ungkapnya. (MN-08)






