HIPMI Madina: Pelatihan Pelaku Usaha Berbasis Digital Perlu Dilanjutkan

0
383

PANYABUNGAN, – Pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis Digital Entrepreneurship Academy (Dea) di Hotel Madina Sejahtera Kelurahan Dalan Lidang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini mendapat perhatian dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Madina.

Pelatihan DEA ini disponsori Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informasi (BBPSDMPK) Kominfo Medan bekerjasama dengan Pemkab Madina, dan diikuti 75 orang pelaku UMKM

Ketua HIPMI Madina, Zainal Arifin mengapresiasi kepedulian Pemerintah terhadap pelaku UMKM. Ia menyebut pelatihan tersebut harus terus dilakukan agar pemahaman dalam pengelolaan usaha mengalami peningkatan.

“Sama-sama kita ketahui bahwa situasi saat ini sudah masuk Revolusi Industri 4.0 di Indonesia, dengan arti sistimnya dengan bantuan teknologi. Hal itu sedang berkembang pesat, sistem ini harus benar-benar dikuasai khususnya di bidang usaha. Sebab, UMKM ini merupakan ujung tombak perekonomian bangsa ini dan sudah teruji pada masa krisis tahun 1998 serta resesi ekonomi 2008 lalu,” kata Zainal, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, langkah Pemerintah menggelar pelatihan ini merupakan suatu bentuk peningkatan dan kepedulian dalam meningkatkan pengetahuan bagi para pelaku usaha. Sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda, ia berharap kepada Pemda dan peserta pelatihan serius agar ada hasil jangka pendek (Output) dalam kegiatan tersebut.

“kita dari Hipmi ingin berkolaborasi dengan mereka (peserta pelatihan). Dan kita ingin mengetahui apa sebenarnya bentuk usaha mereka, nantinya kita juga siap membantu pemasaran,” terangnya.

Zainal menyebut tahun 2020 lalu pelatihan UMKM berbasis digital tersebut pernah dilakukan di luar daerah tepatnya di Padangsidimpuan dan difasilitasi oleh Kementerian Kominfo.

“Tahun lalu masih berjumlah 50 orang dari Madina, alhamdulillah kita sangat bersyukur atas pertambahan kouta peserta menjadi 75 orang,

“Ke depan, kita harapkan Pemkab Madina bisa memfasilitasi 75 orang tersebut untuk melatih dengan cara membuat seminar kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara bertahap dengan maksud agar BUMDes ini bisa lebih bermanfaat dan SDM dapat kita tingkatkan,” harapnya.

Perlu diketahui, peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022.

Dalam bab II berbunyi tentang pemulihan ekonomi nasional. Pasal 6 huruf B juga menyebut pembentukan dan pengembangan dan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes. (MN-08)