MADINA – Pengendara roda dua yang melewati jalan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus berhati-hati.
Jalan sekitar 10 meter dari pintu masuk jalan lingkar timur nyaris putus akibat tanah longsor dihantam sungai Aek Mata.
Pantauan di lapangan, jalan cor beton yang dibangun PUPR tahun 2022 sumber dana APBN itu sudah cukup berbahaya dilewati kendaraan karena saat ini lebar jalan tersisa hanya 1 meter, itupun tanah di bawah cor sudah mulai terkikis.
Ambruknya jalan tersebut diamati sudah berlangsung lama. Namun, lama kelamaan kondisi jalan itu semakin parah sehingga mengancam kecelakaan.
Dalam prasasti pembangunan progam Kotaku di Kayu Jati menjelaskan dua poin bangunan dibangun di tahun 2022 lalu. Poin pertama pembangunan jalan cor beton, kedua, saluran tertutup. Pelaksana dua bangunan itu adalah LPM Rappade.
Warga yang berada di sekitar jalan rusak tersebut mengaku titik jalan tersebut sudah lama rusak.
“Baru dibangun saja itu sudah rusak sedikit. Lama kelamaan jadi tambah parah, ditambah akibat benturan sungai Aek Mata,” kata warga bernama Hasan, Jum’at (26/7/2024).
Warga lainnya juga mengaku sudah beberapa kali memasang tanda bahaya pada titik jalan tersebut.
“Sering kami buat jarak pembatas menandakan jalan itu bahaya dilewati, harus hati-hati,” ucap Sukri Nasution.
Diimbau bagi pengendara roda dua apabila melewati jalan tersebut lebih baik melintasi dari kebun warga, sebab tanah di bawah bangunan jalan itu sudah mulai terkikis. (FAN)










