Harun Mustafa sebut ada intimidasi di Pilkada Madina 2024: kami tidak akan diam!

MADINA – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution mengatakan ada oknum-oknum yang mencoba mengintimidasi oknum lain untuk memilih salah satu paslon.

Menurut Harun, mulai dari awal, ia dan timnya menyerukan agar politik di Pilkada Madina 2024 dilakukan secara riang gembira. Namun, atas intimidasi itu situasinya mulai berubah.

“Saya sudah sampaikan kepada ketua DPC Gerindra Madina bahwa ada oknum-oknum mencoba mengintimidasi pihak lain untuk memilih salah satu paslon, dan ini tidak baik,” kata Harun Mustafa.

Hal itu disampaikan Harun di depan seribuan masyarakat di Kantor DPC Partai Gerindra Madina, Desa Panggorengan usai nonton bareng pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Harun bahkan menyebut, agar Erwin Efendi Lubis sebagai Ketua DPRD Madina mengusut tuntas peristiwa dimaksud.

“Di DPRD Madina ada dua di tubuh saya, ada Gerindra, ada Golkar. Minta dengan tegas agar ini diusut dan jangan biarkan dan mungkin kalau begini caranya saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

“Saya Ingatkan, bagi yang mengintimidasi, kita Partai Gerindra dan semua pengusung dan seluruh relawannya tidak akan tinggal diam,” sambungnya.

Di tempat terpisah, saat ditanya lebih jelas soal oknum yang mengintimidasi, Harun menjawab agar dicari sendiri.

“Dicari saja sendiri. Itu kan sangat vulgar sebetulnya. Bisa dilihat apa yang dilakukan, kenapa saya buat gitu, saya sebetulnya dari awal ingin politik yang riang gembira, tetapi sepertinya ada hal-hal yang membuat tidak bergembira,” ujar Harun.

“Barangkali semuanya berjalan dengan baik, berjalan dengan netral, politik itu menjadi sama-sama nyaman,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Harun, Erwin pun memberikan tanggapan. Dia menyebut, semestinya tidak boleh ada intimidasi dari pihak manapun.

Menurut Erwin, Pilkada Madina adalah kontestasi yang legal yang mempunyai hak hukum.

“Semestinya tidak boleh ada yang merasa lebih hebat. Kalau memang anda merasa lebih hebat maka tunjukkan bahwa anda punya ide dan gagasan yang lebih hebat,” imbuhnya.

Erwin menyampaikan, selaku DPRD, pihaknya apabila ada laporan tersebut masuk maka pihaknya akan melaporkan ke penegak hukum.

“Kalau secara partai karena saya Ketua Gerindra, saya akan melakukan upaya yang terbaik untuk mencari solusi atas situasi yang dialami oleh pasangan 01. Kontestasi hanya dua, jadi jangan ada di sini kamuflase, jangan ada lagi abu-abu, jangan ada lagi lempar batu sembunyi tangan. Mari kita mainkan kontestasi ini secara fair,” tutup Erwin Efendi Lubis.

Dapat diketahui, Pilkada Madina tahun 2024 ini diikuti dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 yaitu Harun Mustafa Nasution-Muhammad Ichwan Husein Nasution, sedangkan pasangan nomor urut 2 yaitu Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution.

Atika Azmi saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Madina, namun karena mengikuti kampanye ia saat ini sedang cuti dari jabatannya. (FAN)