MADINA, Mohga – keganasan harimau Sumatera kembali menggemparkan warga Tambangan Kabupaten Madina, tepatnya di Desa Rao-rao Dolok Kecamatan Tambangan, Minggu (12/11/2023)
Kali ini ternak kambing milik Sahminan (33) warga Rao-rao Dolok menjadi sasaran. Dua ekor kambing dihabisi, seekor diantaranya masih selamat tapi luka parah terdapat di bagian kepala kambing diperkirakan terkena cakaran harimau. Sedangkan seekor lainnya tinggal bangkai dan tidak utuh, isi perutnya berserakan.
“Di dalam kandang ada 11 ekor, setelah kami periksa tadi tinggal 9 ekor, seekor di antaranya sudah luka parah di bagian kepala. Seekor sudah tinggal bangkai dan bagian badan berserakan, seekor hilang, belum bisa dipastikan apakah karena dibawa si Ompung (sebutan Harimau Sumatera),” kata Sahminan sembari menyebut 9 ekor kambing itu sudah dipindahkan ke perkampungan, seekor yang luka karena terkaman harimau itu rencana disembelih sore ini.
Kejadian ini pertama kali diketahui Subur (24) adik Sahminan pemilik ternak kambing. Pagi hari Subur berangkat ke kebun karet untuk menyadap, sebagaimana sehari-hari ia kerjakan di Tor Aek Kae, lokasi kebunnya.
Di kebun karet itu jugalah kandang kambing milik abangnya. Seketika matanya tertuju ke kandang kambing dengan kondisi rusak
“Tadi pagi saya ke kebun untuk menyadap karet, pas lagi Menderes di sekitar kandang kambing saya melihat kerusakan parah di bagian atap yang berkebetulan di bawah tebing, selain itu saya juga melihat darah berserakan dan kambing mati sisa setengah di sekitar kandang, melihat kondisi itu saya langsung pulang dan melaporkannya kepada keluarga,” katanya.
Setelah subur melaporkannya kepada keluarga dan pemerintahan desa, warga beramai-ramai mendatangi kandang tersebut dan ternyata benar warga mendapati kambing mati dan kandang rusak di bagian atap.
Martua, warga yang ikut memeriksa kandang kambing tersebut mengaku melihat jejak harimau Sumatera berukuran diameter 12 cm dan melihat sisa bangkai trenggiling di daerah Tor Aek Kae.
“Tadi saya ikut memeriksa ke kandang kambing saya melihat jejak kaki HS yang berserakan dengan ukuran berkisar 12 cm dan saya juga melihat sisa bangkai binatang langka trenggiling di tepi jalan menuju Tor Aek Kae,” ujarnya.
warga lain bernama Syahrir (58) mengaku mendengar suara Auman di sekitar Tor Aek Kae pada pagi menjelang siang.
“Tadi saya mendengar suara Auman yang cukup keras, saya merasa takut, akhirnya pulang dari ladang,” ujarnya
Sampai di terbitkannya berita ini tim BKSDA Sumut dan TNBG belum datang ke lokasi. (MN-11)






