MADINA, Mohga – Harga getah karet di Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina setiap minggu mengalami penurunan mengakibatkan petani mengeluh
Murahnya harga karet bukan menjadi berita asing lagi di telinga kita, sepanjang 10 Tahun ini harga karet terus mengalami penurunan mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat yang dominan pekerjaan penduduknya adalah petani karet. Misalnya di Kecamatan Tambangan, bisa di katakan 90 persen mata pencaharian masyarakatnya adalah petani karet.
Harga getah karet di kecamatan Tambangan pekan ini mengalami penurunan dari minggu sebelumnya, diketahui minggu kemarin (12/7/2023) harga getah karet masih mencapai Rp 9 ribu perkilo tapi pada minggu ini (19/7/2023) harga karet hanya Rp 8 ribu perkilo. Menurunnya harga getah karet mengakibatkan perputaran Ekonomi menjadi lesu.
Ikhwan, seorang petani karet menceritakan pendapatannya dari menyadap karet .
“penghasilan karet saya hanya berkisar 30 Kg dalam seminggu kalau waktu menyadapnya dapat 4 hari, seminggu ini saya hanya menyadap 3 hari saja itupun diguyur hujan, penghasilan saya minggu ini hanya 20 Kg kalau dihitung- hitung kurang jauh lah dengan biaya hidup seminggu ini,” keluhnya
Dampak menurunnya harga karet terlihat jelas di Pasar Laru Kecamatan Tambangan, terlihat kondisi pasar yang sepi dan barang dagangan penjual masih terlihat banyak. Biasanya Pasar laru tutup pukul 16:30 wib sampai 17:00 wib, namun pada hari ini, Rabu (19/7/2023) pedagang sudah banyak yang mulai mengemas barang dagangannya pada pukul 14:00 wib.
Harga bahan pokok di Kecamatan Tambangan tidak ada yang mengalami kenaikan yang signifikan hanya cabe merah yang mengalami kenaikan, pada minggu lalu cabe merah masih Rp 26 ribu perkilo namun minggu ini mencapai Rp 30 ribu perkilo. (MN-11)











