Gawat, Anak-Anak Ingin Jadi Waria Setelah Lihat Karnaval di Siabu

MohgaNews|Madina – penampilan Waria pada karnaval HUT Kemerdekaan RI tahun 2018 di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memukau masyarakat khsusu kalangan anak-anak, bahkan ada orangtua yang menyebut anaknya ingin menjadi Waria karena ingin disukai banyak orang.

“Anak saya di rumah bilang ke saya, pak kalau sudah besar saya ingin jadi bencong pak. Katanya jadi bencong itu disukai banyak orang, itu kata anak saya,” sebut Mardan kepada MohgaNews, Selasa (28/8) setelah anaknya itu ikut menyaksikan karnaval yang menampilkan rombongan waria.

Warga kelurahan Siabu itu mengatakan, anaknya yang masih kelas 1 SD itu ikut bersama ibunya menyaksikan karnaval HUT Kemerdekaan RI di Siabu. Pada saat itu, ada beberapa rombongan yang menampilkan waria dan sempat memukau para penonton.

“Memang setiap tahun ada penampilan rombongan waria, kami tidak tahu apakah pihak panitia yang mengundang sehingga rombongan bencong itu ikut, yang kita takutkan anak-anak kita terkena virus, karena anak-anak banyak yang senang melihat penampilan mereka bahkan berkeinginan jadi seperti mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Madina, Mhd Ridwan Lubis kepasa MohgaNews mengatakan, kejadian tersebut merupakan hal yang memprihatinkan dan dapat mengancam moral generasi muda nantinya.

Ridwan meminta Pemkab Madina supaya membuat sikap tegas agar pada even karnaval nantinya tidak lagi mengikutsertakan rombongan waria.

Selain itu, Ridwan juga meminta Pemerintah dan DPRD menyikapi keberadaan maksiat yang tengah ramai dibincangkan masyarakat termasuk netizen media sosial.

“apa yang terjadi hari ini sebuah tamparan keras bagi kita semua, dan tentunya mengancam moral, sopan santun, tata krama dan etika generasi kita di masa yang akan datang. Bila ini tidak disikapi dengan serius oleh Pemerintah, maka virus LGBT ini akan semakin mudah menyerang anak-anak.

“kita mengakui selama ini Pemerintah Kabupaten Madina sudah mulai meningkatkan intensitas operasi penertiban penyakit masyarakat dan maksiat, tapi yang perlu kita ingatkan adalah operasi itu jangan hanya semacam pencitraan, operasi penertiban dan pemberantasan maksiat harus rutin dan berkelanjutan, karena ini sudah cukup lama jadi perhatian dan keluhan masyarakat,” ujar Ridwan.

Ia menyebut, selama ini masyarakat banyak mengeluhkan keberadaan tempat maksiat seperti tempat hiburan, pakter minuman keras yang sering jadi tempat hunian bagi waria khususnya di Kecamatan Siabu. Apalagi, pakter yang sering dibuat tempat pesta minuman keras ini merupakan sumber maksiat.

Bahkan, menurut sejumlah warga, kata Ridwan. Waria ini sering mengganggu pengguna jalan raya dan memanfaatkan tidak adanya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di perbatasan desa Lumban Pinasa dengan kelurahan Simangambat.

“Intinya ini harus disikapi serius oleh Pemerintah dan semua stake holder di Kabupaten Madina, ini tanggung jawab kita bersama, tentu peran semua pihak diperlukan khususnya Camat dan Muspika di Kecamatan Siabu, begitu juga dengan kecamatan lainnya di Madina. Pemerintah perlu menggandeng kepemudaan dan tokoh masyarakat, supaya kegiatan operasi pemberantasan maksiat ini berjalan maksimal,” harapnya. (MN-01)