FALSAFAH PENGKADERAN DALAMPEMBENTUKAN JATI DIRI

OLEH AMIR HASAN

Falsafah menurut KBBI adalah anggapan, gagasan, dan sikap batin yangpaling dasar yang dimilii oleh orang atau masyarakat. Sedangkan pengkaderanberasal dari kata dasar kader yang berarti orang yang diharapkan akan memegangperanan penting di dalam pemerintahan, partai, atau organisasi.

Pengkaderanadalah suatu proses mendidik untuk membentuk seseorang menjadi kader. Metodepengkaderan yang dilakukan disesuaikan dngn ideologi yang dianut dalamorganisasi tersebut.Pengkaderan adalah suatu proses pembentukan karakter seseorang agar sepaham dengan ideologi suatu (wadah) kelompok, menumbuhkan aspek-aspekkepribadian seseorang menuju arah yang lebih bijak, penanaman nilai-nilaikemanusiaan agar tercipta regenerasi yang kelak akan berjalan bersama untukmencapai tujuan kelompok tersebut. Ideal adalah keadaan dimana sesuatu berjalansebagaimana mestinya.

Dari pengamatan dan kesaksian dari beberapa mahasiswa baru, mereka beranggapan, mahasiswa lama itu hanya semata-mata untuk membalaskan egoisme mereka. Mencari sebuah kepuasan atau hanya untuk mencari sebuah lelucon untuk kesenangan pribadi merupakan hal yang sangat sepele bagi mahasiswa lama, tetapi menjadi sesuatu yang sangat berdampak besar bagi mahasiswa baru.

Sebut saja Y, seorang mahasiswa baru di salah satu jurusan yang ada di kampus Perjuangan Surabaya. Dia memaparkan bahwa mahasiswa lama atau seniornya hanya mau memenuhi egoisme dan melihat mahasiswa baru sebagai ajang “permainan”.”Tadi aku berempat sama temen lagi jalan di jurusan kami, trus ada senior yang melempari kami sampah dan menyuruh kami membuang sampah yang telah dia buang, emangnya kami ini tempat sampah? Habis itu mereka ketawa-ketawa, seperti senang banget kami di anggap sebagai tempat sampah” ujar Y. Dia juga mengatakan bahwa jika memang pengkaderan merupakan sarana mendidik, apakah ini yang di sebut dengan mendidik? Mendidik menjadi pembantu? Sepertinya mahasiswa lama kayak tidak dididik dengan baik sehingga memberikan contoh yang sangat tidak baik kepada mahasiswa baru yang kemungkinan besar akan di ulangi lagi oleh mahasiswa baru tersebut ketika dia menjadi mahasiswa lama tahun depan.

Pengkaderan itu penting, tetapi harus melihat juga kemajuan zaman sekarang. Apakah dengan cara lama masih bisa digunakan untuk zaman sekarang? Apakah sistem lama dapat digunakan untuk menghadapi(sebagai contoh) salah satu Global Project PBB 2015?
Pengendalian diri juga salah satu hal yang harus dikedepankan untuk mahasiswa lama. Menggunakan emosi dalam hal ini “mungkin” saja diperbolehkan, tapi apakah emosi itu dapat kita kontrol? Jawabanya ada pada diri masing-masing. Dilihat dari tingkat kedewasaan tiap mahasiswa lama.

Tetapi pengendalian diri juga di butuhkan oleh mahasiswa baru untuk menghadapi kerasnya kehidupan yang ada di kampus. Dengan mengendalikan diri, mahasiswa baru dapat menemukan tujuan yang baik dalam sistem pengkaderan dan juga dapat meningkatkan tingkat kedewasaannya.

Dengan begitu, mahasiswa lama dan juga mahasiswa baru dapat bekerja sama dengan baik untuk mendapatkan tujuan utama dalam pengkaderan tersebut. Jika dikaitkan dengan ajaran agama, kita juga dapat menghindari dosa dan juga dapat beramal dengan memberikan ilmu kita kepada mahasiswa baru.

Tetapi jika di lihat dari sisi lain, cara “edukasi” seperti ini terbilang ampuh untuk membuat sifat manja dan suka berdiam diri di zona nyaman maba dirubah. mereka berusaha dikenalkan dengan kondisi baru yang mungkin saja akan lebih sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang mahasiswa . dan juga membentuk karakter mahasiswa yang lebih kuat untuk menghadapi kerasnya kehidupan mahasiswa. Semuanya itu dikembalikan lagi kepada para pembaca untuk menyikapi hal ini.

Tujuan pengkaderan dari definisi diatas jelas, untuk membentuk sebuahkarakter dan menumbuhkan kearah yang lebih bijak. Sejalan dengan itu kader-kader yang terbentuk akan secara otomatis mengemban tanggung jawab, baik itu dalamkelompok ataupun sebuah tanggung jawab social Karena seorang kader adalahgambaran dari sebuah wadah. Hakikatnya kemana seorang kader berada, disitu iabawa nilai-nilai kelompok yang mewadahinya. Keadaaan yang ideal suatu pengkaderan sampai sekarang masih sebuahpencarian dan akan tetap seperti itu, konsep ataupun sistem akan terbentuk danmenyesuaikan dengan keadaan masa kini. Barangkali seperti itulah hakikat manusiayang terus mencari dan berusaha untuk mencapai kesempurnaan. Bagaimanapunsebuah pengkaderan dilaksanakan, seideal apapun hal itu diusahakan, kelakhasilnya akan kembali lagi kepada sang kader, sukses atau tidaknya pengkaderanakan tercermin dari perilaku sang kader.

Penulis adalah mahasiswa pascasarjana program studi Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syahada Padangsidimpuan