Dua Calon Bupati Madina duduk di lopo kopi yang sama: tempat ini efektif serap aspirasi warga

MADINA – lopo kopi, atau dikenal luas Kedai Kopi salah satu tempat yang berperan penting dalam diskusi politik, baik secara formal maupun non formal. Lopo kopi bukan hanya tempat untuk menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang.

Lopo kopi sebagai ruang diskusi terbuka, yang menyediakan suasana santai sehingga orang merasa lebih nyaman berbicara tentang topik-topik serius untuk berargumentasi dan berdiskusi. Lopo kopi juga bagian dari tradisi sejarah. Ada tradisi panjang mengenai peran lopo kopi sebagai pusat pergerakan politik. Pada masa kolonial, kedai kopi sering menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk berdiskusi dan merencanakan strategi melawan penjajahan. Di masa sekarang lopo kopi dijadikan pejabat publik sebagai wadah menyerap aspirasi masyarakat dengan tujuan rencana program pembangunan bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa Harun Mustafa Nasution menjadikan lopo kopi sebagai forum diskusi bersama masyarakat, baik sewaktu menjabat Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024.

Pagi ini, Kamis (17/10/2024) Harun Mustafa, Calon Bupati Madina nomor urut 1 pada Pilkada serentak 2024 mengunjungi lopo kopi di Kelurahan Sipolupolu Kecamatan Panyabungan. Yang menambah ramai lagi, Harun Mustafa Nasution dalam kunjungannya didampingi Saparuddin Haji, yang juga pernah sebagai Calon Bupati Madina pada Pilkada 2015 yang lalu. Suasana seketika menjadi ramai. Dua calon bupati bergandeng tangan menjemput aspirasi masyarakat.

“Saya terpanggil mendampingi Bang Harun karena beliau juga bagian dari masyarakat Sipolupolu. Bang Harun orang yang dekat dengan masyarakat kecil, suka bergaul dengan warga di Lopo Kopi, kami menilai diskusi langsung dengan masyarakat akan menambah catatan bagi paslon Harun-Ichwan dalam menata program pembangun pada masa pemerintahannya nanti. Karena yang diinginkan masyarakat adalah pembangunan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan rakyat,” kata Saparuddin Haji, akrab disapa Akong ini

Harun Mustafa menambahkan, kedatangannya ke lopo kopi sudah menjadi kebiasaan dari dahulu semasa dia masih sekolah di SMAN Panyabungan, bahkan berlanjut pada saat dia sebagai pimpinan di DPRD Provinsi Sumut

“Ini kebiasaan saya mendengar aspirasi warga, semua duduk sejajar satu meja di sini, tidak ada sekat, tidak ada gab yang membedakan, semua sama. Sehingga masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhannya, dan aspirasi mereka ini akan menjadi catatan bagi kami nanti,” kata Harun.

Pantauan Mohganews, warga yang ada di lopo kopi itu sesekali tampak bercerita serius dengan Harun Mustafa juga dengan Saparuddin Haji, tak jarang pula terlihat mereka tertawa lepas, sesekali menyebut “Onma Bupatinta, Onma Menang”. (FAN)