DPP IMMAN: Klaim Kemenangan Pilkada Bisa Lahirkan Konflik

Panyabungan| Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) meminta kepada Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Madina yang bertarung pada Pilkada kemaren, untuk menghentikan segala bentuk klaim kemenangan yg dinilai terlalu berlebihan karna berpotensi tinggi menyulut konflik sosial sesama tim pendukung serta menciptakan instabilitas, disharmony serta pengingkaran terhadap kesepakatan damai “siap kalah siap menang”

“kita meminta agar para Paslon dan tim pendukung masing masing segera menghentikan propoganda, provokasi, agitasi murahan untuk menggiring opini sesat kepada masyarakat dengan mengklaim kemenangan tanpa dasar. Mari bersabar, dan menahan diri rekafitulasi Penghitungan suara juga masih berlangsung. Kita hormati proses demokrasi sampai penetapan secara resmi oleh lembaga KPU nantinya sesuai dengan ketentuan perundang undangan” tegas Ketua Umum DPP IMMAN Hapsin Nasution bersama Ketua Karang Taruna Kec. Panyabungan Ahmad Sarkawi Nasution kepada wartawan menyikapi polemik pilkada Kab. Madina.

Lebih lanjut Hapsin yang juga mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini mengungkapkan bahwa sikap berlebihan mengklaim kemenangan itu adalah sikap politik kekanak kanakan, kebablasan, pemaksaan kehendak yang bermuara pada puncak klimaks yang Premateur (terlalu dini).

“Anggo naso dewasa Dope nangkon dohot Paslon on marpolitik (kalau tak bisa menunjukkan sikap kedewasaan, seharusnya Paslon tak usah ikut ikutan berpolitik, red)” ujar aktivis PMII (pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini.

Ditambahkan Ketua Karang Taruna Kecamatan Panyabungan, Sarkawi. Ia menyayangkan euforia yang berlebihan dari Paslon dan Tim dalam Pilkada ini

“Seharusnya mereka memberikan pembelajaran demokrasi yang baik dan sehat kepada masyarakat sesuai peraturan, bukan malah sesuka hati menggiring opini bahwa kemenangan mutlak ada ditangan mereka tanpa dasar. Kita minta agar Paslon bersabar dan menunggu pengumuman KPU secara resmi,” tegasnya.

Kita meminta, agar Paslon jangan kelabakan seperti kebakaran jenggot macam pendekar mabuk sesuka hati mengunakan jurus yang tak rasional untuk mengklaim kemenangan Paslon.

“Saling klaim kemenangan apalagi sampai memobilisasi masyarakat untuk memajang spanduk, baliho kemenangan Paslon tertentu merupakan euforia yg sgt berlebihan, dipaksakn dan hal itu merupakan sikap mendeligitimasi KPU sebagai penyelenggara Pilkada.

Sarkawi dan Hafsin menambahkan, secara tegas kita meminta kepada Pemkab Madina Bawaslu, Satpol PP, bila perlu Polri untuk menurunkan segera spanduk, baliho klaim kemenangan yang bisa mengganggu kondusifitas masyarakat.

Disisi lain, pihaknya mengapresiasi KPU yang secara cepat dan tepat mengeluarkan surat himbauan kepada Paslon Bupati/Wakil Bupati untuk jangan terburu buru dgn klaim kemenangan. (MN-01/rel)